Arcandra: Lima Blok Migas dengan "Gross Split" Sudah Laku

Kompas.com - 31/12/2017, 05:46 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar memaparkan hasil diskusi soal penggunaan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik di kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/11/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar memaparkan hasil diskusi soal penggunaan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik di kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/11/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan bahwa dari lelang 15 wilayah kerja (WK) Minyak dan Gas (Migas), sejumlah 5 blok diminati investor.

Adapun dari 15 WK Migas yang dilelang, sebanyak 10 blok di antaranya merupakan WK Migas konvensional dan 5 blok sisanya merupakan WK Migas non konvensional.

Mekanisme lelangnya berupa 7 WK Migas dengan penawaran langsung, dan 3 WK Migas dengan penawaran reguler.

Menurut Arcandra, pada penutupan lelang WK Migas tahap 1 2017, Jumat (29/12/2017), terlihat ada 13 perusahaan yang berminat mengambil dokumen lelang. Namun pada akhirnya hanya 6 perusahaan yang mengajukan penawaran untuk 5 WK Migas konvensional.

"Untuk 10 blok WK Migas konvensional, yang mengajukan penawaran pada hari ini untuk penawaran langsung, sebanyak 5 blok akan diambil investor," ujar Arcandra di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (29/12/2017).

Dia menjelaskan, perusahaan yang telah mengajukan dokumen partisipasi adalah Mubadala Petroleum (SE Asia) Ltd. untuk Blok Andaman I; PT Tansri Madjid Energy untuk Blok Merak-Lampung; serta PT Saka Energi Indonesia untuk Pekawai dan West Yamdena.

Selain itu ada tiga perusahaan yang mengajukan penawaran untuk Blok Andaman II, yakni Repsol Exploracion SA, EMP Tbk, dan Konsorsium Premier Oil Far East Ltd, Mubadala Petroleum (SE Asia) dan Kris Energy.

Dari 7 WK Migas konvensional dengan penawaran langsung, ada 2 blok migas yang tidak mendapat peminat, yaitu South Tuna dan Kasuri III. Sedangkan 3 WK Migas konvensional dengan lelang reguler sama sekali tidak laku, yakni Tongkol, East Tanimbar dan Memberamo.

Arcandra menambahkan, dari 5 WK Migas non konvensional yang dilelang, hanya dua blok saja yang dilirik, yakni MNK Jambi 1 dan MNK Jambi II.

Perusahaan yang melirik kedua blok tersebut adalah PT Pertamina Hulu Energy; namun menurut Arcandra mereka hanya melihat dokumen saja, tidak mengajukan penawaran.

Sedangkan tiga WK Migas non konvensional sisanya, yakni GMB West Air Komering, GMB Raja, serta GMB Bungamas, sama sekali tidak dilirik investor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X