Pertumbuhan Ekonomi Singapura Capai 3,5 Persen pada 2017

Kompas.com - 02/01/2018, 10:00 WIB
Patung Merlion di Singapura ShutterstockPatung Merlion di Singapura
|
EditorAprillia Ika

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Singapura mencapai 3,5 persen sepanjang tahun 2017. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat lebih tinggi ketimbang proyeksi pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidato Tahun Baru. Menurut Lee, Singapura diuntungkan oleh perbaikan ekonomi global.

Lee menyatakan, Singapura fokus pada restrukturisasi ekonomi dan proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan terminal kelima di Bandara Changi.

Namun, pada saat yang sama Singapura juga mempersiapkan diri untuk populasi yang menua dengan meninjau kembali kebijakan layanan kesehatan.

Baca juga : Catat, Jam Operasional MRT Singapura Berubah Tahun Depan

"Semua ini adalah investasi penting untuk masa depan kita. Semua itu membutuhkan waktu dan sumber daya. Kita harus mempersiapkan segalanya dengan baik," ujar Lee seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (2/1/2018).

Pertumbuhan ekonomi Singapura untuk tahun 2017 lebih tinggi dari proyeksi kementerian perdagangan yang mencapai 3-3,5 persen. Capaian tersebut pun lebih tinggi dari rata-rata prediksi dalam survei Bloomberg yang mencapai 3,3 persen.

Pemerintah Singapura akan merilis data awal pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2017 hari ini. Survei yang dilakukan Bloomberg terhadap sejumlah ekonom menyimpulkan pertumbuhan ekonomi Singapura selama periode tersebut mencapai 1,6 persen.

Pertumbuhan yang stabil tersebut telah menaikkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter dan fiskal Singapura untuk tahun 2018. Otoritas Moneter Singapura memproueksikan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 1,5-1,6 persen pada tahun ini.

Lee juga menyatakan bahwa lingkungan eksternal masih tetap mengalami ketidakpastian pada tahun 2018. Ia menyebut sejumlah risiko antara lain ketegangan di Semenanjung Korea, terorisme, dan kebijakan luar negeri AS yang masih harus diwaspadai.

"Kami berharap dapat menjaga hubungan dengan tetangga-tetangga terdekat kami, sejalan dengan persiapan mereka untuk pemilu, yakni Malaysia pada tahun ini dan Indonesia tahun depan," tutur Lee.

Kompas TV Kenaikan ini berbarengan dengan bertambahnya tiket penerbangan yang mencapai 73 ribu tempat duduk.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X