Mati Listrik di Bursa Efek Indonesia Sempat Sebabkan Kepanikan

Kompas.com - 02/01/2018, 10:25 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung Bursa Efek Indonesia ( BEI) sempat mengalami mati listrik sekira pukul 07.15. Mati listrik ini terjadi sebelum Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla hadir untuk membuka perdagangan di BEI tahun 2018.

Pantauan Kompas.com, mati listrik tersebut sempat menimbulkan kepanikan sejumlah orang yang berkantor di Gedung BEI. Pasalnya, baru kali ini terjadi mati listrik berkali-kali dalam satu waktu.

"Baru sekali ini (mati listrik) kayak begini," kata seorang pegawai di kedai kopi di Gedung BEI, Selasa (2/1/2018).

Baca juga : PLN Jelaskan Penyebab Mati Listrik di Wilayah Jakarta dan Tangerang

Ketika mati listrik terjadi, sejumlah pegawai terlihat mengantri di depan lift yang mati. Pasalnya, mereka tidak bisa naik ke lantai yang dituju, khususnya lantai-lantai yang tinggi.

"Kalau kantornya di lantai 2 sih enggak apa-apa, tapi ini di lantai 20," kata seorang pegawai.

Sejumlah pegawai juga terlihat menunggu di lobi Gedung BEI selama mati listrik.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan, sempat terjadi gangguan listrik di gedung BEI pada pukul 07.14 WIB. Namun tidak ada gangguan di sistem perdagangan efek Jakarta Automated Trading System (JATS).

Baca juga : Sempat Mati Listrik, Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Tetap Normal

Setelah melalui berbagai upaya pemulihan dan manajemen krisis yang baik, pada pukul 08.15 WIB waktu JATS, diputuskan bahwa perdagangan telah berjalan normal seperti biasa tanpa adanya perubahan jadwal perdagangan.

Perdagangan pun kemudian secara resmi dimulai, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 6.363,295. Angka ini menguat sebesar 0,09 persen.

Kompas TV Namun, Bursa Efek Indonesia mengakui masih harus mengejar ketertinggalan dengan sejumlah negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X