Dirut BEI Tak Pusingkan Aksi Ambil Untung pada IHSG

Kompas.com - 02/01/2018, 13:07 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/12/2017). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/12/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyatakan pihaknya optimistis dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2018 ini.

Ia pun tidak memusingkan adanya aksi jual atau aksi ambil untung yang dilakukan pada tahun 2017 lalu.

Tito menuturkan, pada akhirnya investor akan kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Ia menyebut, sepanjang tahun 2017 lalu, aksi ambil untung yang dilakukan investor mencapai Rp 40 triliun.

"Mereka profit taking tahun lalu, bukan lari. Sekitar 15 persen keuntungannya dilepas," jelas Tito di sela-sela pembukaan perdagangan di BEI, Selasa (2/1/2018).

Baca juga : IHSG Masih Dibayangi Aksi Ambil Untung

Menurut Tito, aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor asing merupakan hal yang lumrah terjadi dalam perdagangan di lantai bursa. Saat ini, imbuh dia, sudah mulai banyak investor yang kembali masuk ke Indonesia.

Tito menyatakan, minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Apabila data-data ekonomi menunjukkan hal yang bagus, maka kinerja bursa saham juga akan baik.

"Jika ekonomi bagus, tata kelola, manajemen fiskal bagus, maka saham pasti bagus," terangnya.

Baca juga : Ditutup Jokowi, IHSG Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Sejarah BEI

Bursa saham Indonesia, tutur Tito, memiliki prospek yang bagus pada tahun 2018 ini. Sejumlah sektor industri pun mulai bergerak menggeliat, seperti properti dan konsumer.

"Spending (belanja) konsumen mulai keluar (muncul). Jadi, mestinya ekonomi bagus, emiten hasilnya juga bagus dan membaik," ungkap dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimistis IHSG dapat tumbuh sebesar 20 persen pada tahun 2018 ini.

Sementara itu, BEI menargetkan kapitalisasi pasar saham Indonesia dapat mencapai Rp 10.000 triliun dalam dua tahun ke depan.

Baca juga : Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia Tembus Rp 6.600 Triliun

Kompas TV Meski terus ditinggal pemodal asing, indeks harga saham gabungan di bursa efek indonesia melaju mendekati angka 6.000.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.