Bisnis Sawit dan CPO Diprediksi Menggembirakan di 2018

Kompas.com - 03/01/2018, 18:00 WIB
Kepala perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia Saputra (batik) saat menggelar jumpa pers didampingi Plt Gubernur Bengkulu  Rohidin Mersyah KOMPAS.COM/FIRMANSYAHKepala perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia Saputra (batik) saat menggelar jumpa pers didampingi Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
|
EditorAprillia Ika

BENGKULU, KOMPAS.COM - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu memprediksi bisnis sawit dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akan berjaya di 2018.  Sebab, harga minyak sawit terus naik seiring meningkatnya kebutuhan dunia. 

Hal itu disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra di Bengkulu, Rabu (3/1/2018). 

"Berdasarkan analisa IMF dan Bank Dunia, harga minyak sawit mentah akan terus naik karena kebutuhan dunia meningkat," ujar Endang.

Ia menyebutkan sejauh ini Indonesia dan Malaysia adalah dua negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

Baca juga : BI Catat Sejumlah Bisnis yang Menjanjikan di Bengkulu pada 2018

 

Bisnis sawit dan CPO di indonesia saat ini mendapat tantangan besar, yakni kampanye negatif terhadap perkebunan kelapa sawit yang dilakukan Uni Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sawit dianggap perusak dan mengurangi luasan hutan (deforestasi) dan banyak lagi berita negatif. Namun itu tidak benar justru Uni Eropa malah butuh minyak kelapa sawit, kebutuhan CPO terus melonjak " ujarnya.

Selain Uni Eropa yang terus memasok minyak sawit, negara di Asia seperti China juga akan banyak menggunakan minyak sawit dalam jumlah besar.

Video: https://youtu.be/GoDykQ7gtmE



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X