Inflasi Sudah 1.000 Persen, Upah Minimum di Venezuela Malah Dinaikkan

Kompas.com - 04/01/2018, 06:18 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin rapat kabinet di Istana Miraflores, Caracas. Reuters/IndependentPresiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin rapat kabinet di Istana Miraflores, Caracas.
|
EditorAprillia Ika

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah Venezuela mengumumkan bakal menaikkan upah minimum sebesar 40 persen. Langkah ini dipandang malah akan memperparah inflasi di negara tersebut yang sudah mencapai kisaran 1.000 persen.

Mengutip BBC, Rabu (3/1/2018), Venezuela tengah mengalami krisis ekonomi yang sangat parah, menyebabkan kurangnya pasokan makanan dan obat-obatan merupakan hal lumrah. Perekonomian Venezuela terpukul anjloknya harga minyak dan nilai tukar mata uang bolivar.

Presiden Nicolas Maduro mengumumkan rencana kenaikan upah minimum tersebut dalam pidato akhir tahun. Menurut Maduro, upaya tersebut dapat melindungi para pekerja dari apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang disulut oleh AS dan sejumlah negara lainnya.

Pada tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada Maduro. AS menyebut Maduro adalah seorang diktator yang menyalahi mandat yang telah diberikan rakyat Venezuela.

Baca juga : Krisis Makin Parah, Pasokan Bensin di Venezuela Habis

Gelombang protes yang berujung pada jatuhnya korban pun telah menyebar di Venezuela. Maduro pun membentuk konstituen yang isinya adalah para pendukungnya.

Lembaga tersebut diberi tugas menyusun kembali konstitusi Venezuela. Namun, lembaga ini menimbulkan beragam kritik dan perlawanan.

Dalam pidatonya yang ditayangkan di stasiun televisi setempat, Maduro mendeskripsikan kenaikan upah minimum tersebut sebagai kabar baik. Namun, ada kekhawatiran pula bahwa upaya ini akan mendorong inflasi harga lebih tinggi.

Baca juga : Dalam 6 Bulan, Inflasi Venezuela Tembus 7.000 Persen

Kongres Venezuela menyatakan bahwa pada tahun 2017 lalu inflasi sudah mencapai 1.400 persen. Namun, dalam pidatonya, Maduro malah menyalahkan pengaruh eksternal sebagai biang keladi permasalahan Venezuela.

Maduro menyatakan, negara seperti AS telah menyerang mata uang dan menyabotase industri minyak Venezuela.

Kompas TV Sebagai gantinya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan gunakan mata uang Yuan.

Sumber: http://www.bbc.com/news/world-latin-america-42531573

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X