Efek KA Bandara: Jadwal KRL Duri-Tangerang Berkurang, tapi Kapasitas Angkut Bertambah

Kompas.com - 05/01/2018, 06:08 WIB
Suasana di krl lintas Stasiun Tangerang - Stasiun Duri, Jakarta, Senin (3/4/2017). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYASuasana di krl lintas Stasiun Tangerang - Stasiun Duri, Jakarta, Senin (3/4/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsekuensi dari tambahan perjalanan kereta Bandara Soekarno-Hatta adalah pengurangan jadwal untuk layanan KRL commuter line lintas Duri-Tangerang.

PT Railink merencanakan, tambahan jadwal perjalanan kereta bandara akan dilaksanakan pada Maret 2018, dari total 42 menjadi 82 perjalanan per hari.

Meski begitu, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Muhammad Nurul Fadhila mengatakan pihaknya mengantisipasi jumlah penumpang dengan mengubah formasi rangkaian kereta. Perubahan dilakukan dari rangkaian KRL formasi 8 menjadi 12 untuk satu rangkaian.

"Nanti akan menjadi 4 trainset dengan formasi 12, jadi satu rangkaian akan bertambah 4 kereta. Yang tidak bisa dihindari adalah dari sisi waktu," kata Fadhila saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Baca juga : PT KCI: Alokasi Subsidi KRL 2018 Tak Sebanding dengan Target Jumlah Penumpang

Fadhila menjelaskan, konsekuensi tambahan jadwal perjalanan kereta bandara adalah semakin lamanya headway KRL Duri-Tangerang. Jika headway yang dimaksud kini masih 15 menit, saat jadwal kereta bandara menjadi 82 perjalanan per hari, headway KRL akan jadi 30 menit.

Jumlah perjalanan KRL Duri-Tangerang pun akan berkurang, dari 90 menjadi 73 perjalanan per hari. Menjelang penambahan jadwal perjalanan kereta bandara, PT KCI akan menyosialisasikan kepada pengguna jasa mengenai jadwal baru yang headway-nya terpaut 30 menit.

"Untuk penumpang dan masyarakat yang kira-kira jam berangkatnya tidak bisa menyesuaikan dengan jam keberangkatan KRL, ya mohon maaf, mungkin harus juga berpikir ke moda transportasi yang lain," tutur Fadhila.

Baca juga : Perjalanan KA Bandara Bertambah, Headway KRL Duri-Tangerang Mengalah

Secara terpisah, Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCI Subakir menjelaskan bagaimana peningkatan kapasitas angkut setelah semua KRL Duri-Tangerang memakai formasi 12. Sampai saat ini, lintas Duri-Tangerang masih dilayani 4 rangkaian dengan formasi 8 kereta.

"Secara hitungan, untuk kapasitas angkut dari 90 perjalanan itu kalau dikalikan dengan formasi 8 hanya terjadi 720 unit atau kereta. Tetapi, dengan penambahan formasi 12, akan jadi total 876 unit," ujar Subakir.

Bila diasumsikan 200 penumpang untuk satu kereta, maka ketika menggunakan formasi 12, akan terangkut sekitar 175.000 penumpang per hari. Angka ini lebih besar ketimbang masih memakai formasi 8 kereta karena hanya sekitar 144.000 penumpang saja yang terangkut per harinya.

Baca juga : KRL Duri-Tangerang Dikurangi saat KA Bandara Tambah Jadwal Perjalanan

"Walaupun jumlah perjalanan menurun, 73 dari 90, dihitung dari kapasitas angkut masih lebih besar," ucap Subakir.

Sembari menunggu formasi 12 kereta dipakai di lintas Duri-Tangerang, PT KCI masih mengejar renovasi sejumlah stasiun khususnya dalam hal perpanjangan peron. Proses renovasi itu ditargetkan rampung pada pertengahan bulan depan.

Kompas TV Sebelumnya, pemerintah menunda pengoperasian pada 17 September lalu, karena sejumlah stasiun masih belum siap beroperasi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X