Kompas.com - 05/01/2018, 06:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan gangguan teknis sarana layanan KRL commuter line semakin menurun dari tahun ke tahun.

Gangguan teknis sarana yang dimaksud tidak termasuk dengan gangguan teknis di luar sarana yang bukan ranah PT KCI selaku operator layanan KRL.

"Jadi, upaya PT KCI selaku operator menurunkan gangguan dari sisi sarananya cukup berhasil. Kalau dari sisi non sarana, kami susah memprediksinya," kata Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila saat menggelar konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Fadhila menjelaskan, jumlah gangguan teknis sarana pada 2015 lalu sempat mencapai angka 43 kejadian pada bulan Juli, sekaligus menjadi yang tertinggi dari bulan lain sepanjang tahun tersebut. Sedangkan gangguan teknis tahun 2016 jumlah tertinggi menyentuh angka 37 kasus yang terjadi bulan April.

Baca juga : 2018, PT KCI Perbanyak Rangkaian KRL 12 Gerbong

Sedangkan data tahun 2017 memperlihatkan peristiwa gangguan teknis sarana tertinggi adalah 13 kasus pada bulan September lalu. Grafik gangguan teknis sarana semakin menurun hingga penghujung tahun 2017.

Adapun yang termasuk gangguan teknis nonsarana di antaranya pohon tumbang yang mengenai instalasi kelistrikan KRL hingga mati listrik seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Untuk gangguan teknis nonsarana seperti itu, Fadhila mengakui itu di luar kuasanya dan sulit diprediksi kapan akan terjadi.

"Pada tanggal 2 terjadi gangguan listrik, 14 gardu padam. Itu susah, dan pasti mengganggu semua. Kalau 14 gardu padam, setengah dari seluruh relasi kami terganggu semua," tutur Fadhila.

Baca juga : Listrik Mati, Bayar Tol Pakai Tunai dan Perjalanan KRL Terganggu

Kompas TV Para calon penumpang kereta rel listrik commuter line sempat telantar di Stasiun Palmerah Jakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.