Peredaran Uang Palsu Menurun di 2017

Kompas.com - 07/01/2018, 09:30 WIB
Serakan uang palsu yang diamankan Polsek Blanakan Kabupaten Subang, Selasa (2/1/2018). Kasus uang palsu terungkap setelah mendapatkan laporan dari pemilik toko yang menerima uang palsu dari dua orang tak dikenal yang membeli celana di tokonya. Dok Humas Polda Jabar Serakan uang palsu yang diamankan Polsek Blanakan Kabupaten Subang, Selasa (2/1/2018). Kasus uang palsu terungkap setelah mendapatkan laporan dari pemilik toko yang menerima uang palsu dari dua orang tak dikenal yang membeli celana di tokonya.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) menyatakan, mampu meredam peredaran uang palsu sepanjang 2017 lalu.

Direktur Ekskutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi menjelaskan, kerja sama bank sentral dengan aparat penegak hukum dalam menekan angka peredaran uang palsu membuahkan hasil.

Dia bilang, rasio peredaran uang palsu pada tahun lalu menjadi 8 lembar per 1 juta uang yang beredar sepanjang 2017.

Jika dibandingkan tahun lalu, rasionya mencapai 13 lembar per 1 juta yang beredar pada 2016.

Baca juga : Hindari Uang Palsu, BI Imbau Tukar Uang di Tempat Resmi

"Jumlah uang palsu di Indonesia dari waktu ke waktu terus menurun. Ini juga berkat polisi yang penindakannya kini tidak lagi pengedarnya, tapi sampai ke pemodalnya," ujar Suhaedi saat bincang dengan media di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Dia mengatakan, selain kerja sama dengan aparat penegak hukum, tingkat pengetahuan masyarakat terkait uang palsu juga semakin meningkat.

Salah satunya dengan kampanye yang selalu didengungkan yakni dilihat, diraba dan diterawang.

"Yang mudah yaitu dilihat, diraba dan diterawang itu," kata Suhaedi.

Peredaran Uang di Tahun Politik

Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait peredaran uang tahun politik yang cenderung meningkat.

Pada 2017 lalu, Bank Indonesia juga telah melakukan edukasi terkait peredaran uang palsu secara masif hingga 329 kegiatan dengan melibatkan peserta atau masyarakat sebanyak 90.448 orang.

Kemudian, dari sisi penindakan, telah diproses 28 kasus temuan uang palsu pada tahun 2017, dengan total barang bukti sebanyak 2.815 lembar pecahan Rp 100.000 dan 2.692 lembar pecahan Rp 50.000.

Kompas TV Bareskrim Polri mengungkap praktik pemalsuan uang dengan jumlah mencapai Rp 40 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X