Aramco, Raksasa Minyak Arab Saudi, Siap Melantai di Bursa

Kompas.com - 07/01/2018, 11:30 WIB
Kilang minyak milik Aramco arabianbusiness.comKilang minyak milik Aramco
|
EditorAprillia Ika

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menyatakan perusahaan raksasa minyak Saudi Aramco sudah siap untuk melantai di bursa saham. Ini ditandai dengan dibentuknya Aramco sebagai joint-stock company alias perusahaan join saham per 1 Januari 2018.

Dengan demikian, sejumlah saham Aramco bisa dijual dan dibeli. Arab Saudi sendiri berencana untuk melepas 5 persen saham Aramco, yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia.

Pelepasan saham ini dilakukan melalui skema penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) yang bakal dilakukan tahun ini. Kalau terwujud, maka ini akan menjadi IPO terbesar di dunia.

IPO Aramco pun merupakan salah satu upaya Arab Saudi mengurangi ketergantungan ekonominya pada minyak. Dana perolehan dari IPO dapat digunakan untuk diversifikasi ekonomi Arab Saudi ke sektor-sektor lainnya, termasuk pariwisata dan teknologi.

Baca juga : Trump Desak Saudi Aramco Melantai di Bursa Saham AS

Pemerintah Arab Saudi telah mengestimasikan bahwa IPO tersebut dapat memberikan valuasi bagi Aramco sebesar 2 triliun dollar AS, lima kali lipat dari valuasi Exxon Mobil.

Menjual 5 persen saja saham Aramco dapat memberikan dana segar sebesar 100 miliar dollar AS, jika estimasi tersebut akurat.

Pemerintah Arab Saudi tengah mempertimbangkan di mana Aramco akan melantai. Selain di bursa efek Arab Saudi, Aramco bisa saja melantai di bursa saham New York, London, Hong Kong, atau Tokyo.

Dalam pengumumannya pada Jumat (5/1/2018), pemerintah Arab Saudi menyatakan akan mempertahankan kendali terkait besaran produksi minyak Aramco. Tujuannya adalah untuk mengakomodir kepentingan ekonomi dan politik Arab Saudi.

Baca juga : China Minat Kuasai 5 Persen Saham Saudi Aramco

Di samping itu, pemerintah Arab Saudi tetap bisa melakukan buyback atau pembelian kembali seluruh saham Aramco dari pemegang saham sesuai harga yang ditentukan. Pemerintah Arab Saudi pun akan menunjuk 6 orang direksi Aramco, termasuk presiden direktur dan wakil presiden direktur.

Pemegang saham yang memiliki lebih dari 0,1 persen saham Aramco dapat dinominasikan sebagai kandidat 5 orang direksi perseroan. Gaji direksi ditentukan sebesar 1,8 juta riyal atau 480.000 dollar AS per tahun, setara dengan sekitar Rp 6,48 miliar.

Kompas TV Komitmen investasi terus digali antara Indonesia dan Arab Saudi. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas Pertamina dengan Saudi Aramco. Nilai kerjasama yang mencapai 5 Miliar Dollar Amerika atau setara Rp 67 Triliun ini hanya untuk proyek kilang pemurnian milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kesepakatan yang diberikan oleh Aramco ini di bawah kesepakatan serupa dengan petronas yang mencapai 7 Miliar Dollar Amerika Serikat. Selain Pertamina, BUMN lain yang menyepakati investasi dengan investor Arab Saudi adalah Wijaya Karya. Wika akan berekspansi ke Arab Saudi, melalui Adil Makki Contracting Company, AMCO. Sebenarnya, kerja sama semacam ini bukan hal baru. Banyak perusahaan konstruksi asal Indonesia yang mendapat proyek besar di Arab Saudi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN Money
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.