Kota Koperasi, Fintech, dan Pendekatan Baru

Kompas.com - 08/01/2018, 07:38 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech
EditorErlangga Djumena

BILA kita googling “kota koperasi”, paling tidak ada dua kota/ kabupaten yang muncul di laman pertama mesin pencarian itu. Pertama yakni Purwokerto, yang ditargetkan oleh gerakan koperasi Banyumas tercapai pada 2022. Kedua adalah Tangerang Selatan, yang mana Wali Kotanya canangkan realisasi itu pada 2021.

Belum ada definisi “ kota koperasi” secara spesifik. Untuk memudahkan, bolehlah disebut kota koperasi ketika geliat koperasi terasa kuat di suatu kota/kabupaten tertentu. Geliat itu bisa diukur secara kuantitatif maupun kualitatif. Misalnya saja secara kuantitatif adalah jumlah koperasi skala menengah dan besar di kota itu. Atau juga bisa dilihat dari rasio anggota koperasi dengan jumlah penduduknya.

Indikator lain bisa dari kontribusi usaha koperasi dan efek ganda anggota koperasi kepada PDRB suatu kota. Tak ketinggalan yang substansial adalah bagaimana koperasi memberikan dampak nyata bagi anggotanya serta masyarakat luas. Indikator-indikator semacam itu bisa dirumuskan para akademisi menjadi sebuah “Indeks Kota Koperasi”.

Dalam kesempatan ini saya tak akan singgung mengenai indikator-indikatornya, melainkan soal strategi yang bisa digunakan untuk mencapainya. Saya akan sajikan gerakan Purwokerto Kota Koperasi sebagai studi kasus.

Baca juga: Memerankan Koperasi dalam Ekonomi Buruh

Purwokerto Kota Koperasi
Dalam suatu forum bersama Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein, gerakan koperasi Banyumas menyampaikan peta jalan (roadmap) Purwokerto Kota Koperasi akan ditempuh dalam lima tahun (2018-2022) ke depan.

Tahun Pertama adalah tahap konsolidasi. Tujuannya mengonsolidasi koperasi dan lembaga lain sebagai tulang punggung gerakan. Pada tahap ini dibangun apa yang namanya Jaringan Kerja Purwokerto Kota Koperasi. Yang tentu saja sifatnya taktis, lentur dan dinamis. Isinya mulai dari koperasi, lembaga swadaya, kampus-kampus dan lainnya.

Tahun Kedua yakni lakukan promosi koperasi-koperasi bagus ke masyarakat luas. Caranya lewat ko-promosi untuk meningkatkan jumlah anggota dan volume layanannya. Pada tahun kedua ini ditargetkan sudah banyak koperasi bagus yang pantas tampil sebagai perusahaan dengan layanan prima. Cara bacanya adalah memberi solusi pada pasar (market solution). Dengan begitu, masyarakat dengan sendirinya akan berbondong-bondong menjadi anggota.

Tahun Ketiga adalah capaian kuantitas dan kualitas koperasi. Indikatornya dilihat dari pertumbuhan anggota berbanding dengan jumlah penduduk Kab. Banyumas. Ditargetkan minimal 70 persen warga Banyumas menjadi anggota koperasi. Secara kualitas, koperasi-koperasi menjadi naik kelas. Dari yang skala kecil menjadi menengah dan yang menengah menjadi besar.

Tahun Keempat dampak nyata koperasi di masyarakat sudah dapat dirasakan. Dalam konteks itu, koperasi mengerjakan sektor ekonomi strategis. Sebagai contoh, di Banyumas sektor ekonomi gula kelapa (brown sugar) merupakan komoditas unggulan baik pasar domestik maupun ekspor. Sayangnya, hal itu tak selaras dengan tingkat kesejahteraan petaninya. Targetnya pada tahun keempat, koperasi dapat berperan nyata selesaikan masalah yang sudah menahun itu.

Tahun Kelima yakni pelembagaan Purwokerto Kota Koperasi. Pelembagaan ini misalnya advokasi melalui Peraturan Daerah (Perda) atau sejenisnya. Bentuk lainnya misal melalui sebuah artefak sebagai monumen bagi gerakan dan masyarakat. Misalnya saja gerakan koperasi bersama Pemda membangun Museum Koperasi di Banyumas. Pasalnya inisiasi koperasi pertama kali di Indonesia adalah di kota tersebut pada 1896. Ironisnya sampai sekarang tidak ada Museum Koperasi atau Jalan Koperasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X