Kemenperin Akan Bangun Mini Depo Pengolahan Limbah Industri

Kompas.com - 08/01/2018, 12:26 WIB
Suasana seminar internasional tentang limbah industri elektronik yang diadakan Kementerian Perindustrian bersama United Nations Development Programme (UNDP) di Sanur, Bali, Senin (8/1/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana seminar internasional tentang limbah industri elektronik yang diadakan Kementerian Perindustrian bersama United Nations Development Programme (UNDP) di Sanur, Bali, Senin (8/1/2017).
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Penelitian dan Pembangunan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berencana membangun mini depo untuk pengolahan limbah industri dengan bahan dasar plastik. Mini depo yang dimaksud akan didirikan di Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Dua tempat itu merupakan provinsi padat industri, dan termasuk daerah yang berpotensi tercemar unsur kimia limbah industri," kata Kepala BPPI Ngakan Timur Antara saat ditemui di seminar internasional penanganan limbah industri elektronik di Sanur, Bali, Senin (8/1/2018).

Ngakan menyebutkan, sebelum membangun mini depo, pihaknya kini sedang merevitalisasi sejumlah laboratorium bersama pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penelitian dan mendapati hasil kajian dari kandungan berbahaya yang ada pada limbah industri berbasis plastik, seperti industri elektronik.

Pada kesempatan yang sama, Assistant Country Director UNDP Budhi Sayoko menuturkan, unsur kimia yang berbahaya dan terkandung dalam plastik adalah polybrominated diphenyl ethers (PBDEs).

Baca juga: Pemerintah Segera Tetapkan Standar Pengolahan Limbah Berbahan Dasar Plastik

Unsur ini biasanya berfungsi sebagai penghambat nyala api saat proses produksi berlangsung dan jika terpapar langsung ke manusia, PBDEs bisa memicu kanker. Unsur ini diketahui ada pada barang sehari-hari yang sering digunakan manusia, seperti ponsel dan laptop.

BPPI menargetkan pembangunan mini depo dimulai tahun ini. Nantinya, ada satu lagi mini depo pengolahan limbah industri yang akan dibangun, namun tempatnya masih belum dipastikan pihak Kemenperin.

Kompas TV Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon mengakui adanya keterlibatan oknum TNI dalam jaringan perusahaan limbah medis ilegal Cirebon.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X