Orang Terkaya di Dunia, Harta Pendiri Amazon Lampaui Rp 1.400 Triliun - Kompas.com

Orang Terkaya di Dunia, Harta Pendiri Amazon Lampaui Rp 1.400 Triliun

Kompas.com - 09/01/2018, 09:31 WIB
CEO Amazon Jeff Bezospinterest CEO Amazon Jeff Bezos

NEW YORK, KOMPAS.com - Kekayaan pendiri Amazon Jeff Bezos menyentuh 105,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.413,6 triliun (kurs Rp 13.450 per dollar AS) pada Senin (8/1/2018) atau Selasa (9/1/2018) waktu Indonesia. Hal ini berdasarkan indeks Bloomberg Billionaires Index.

Mengutip Bloomberg, kekayaan Bezos bertambah lantaran saham Amazon naik ke posisi tertinggi dalam 12 bulan. Pada akhirnya, kapitalisasi pasar Amazon ikut menguat hampir 57 persen.

Saham Amazon telah menguat 6,6 persen tahun ini. Amazon menguasai 89 persen belanja daring selama periode liburan akhir tahun yang dimulai setelah hari Thanksgiving di AS.

Kekayaan Bezos dengan demikian jelas melampaui level tertinggi kekayaan pendiri Microsoft Bill Gates pada 1999 lalu. Pada Oktober 2017 lalu pun kekayaan Bezos melampaui kekayaan Gates, yakni mencapai 93,8 miliar dollar AS.

Baca juga: 1 Persen Orang Kuasai Separuh Kekayaan di Dunia

Sebulan kemudian, kekayaan Bezos menyentuh 100 miliar dollar AS untuk pertama kalinya. Ini sejalan dengan besarnya belanja daring selama periode liburan pada Black Friday.

Kalau Gates tidak melepas sejumlah aset yang dimilikinya, maka kekayaannya mencapai lebih dari 150 miliar dollar AS. Sebagian kekayaan Gates disumbang ke yayasan amal miliknya, yakni Bill & Melinda Gates Foundation.

Gates menyumbang hampir 700 juta lembar saham Microsoft, uang senilai 2,6 miliar dollar AS, dan aset-aset lainnya sejak tahun 1996. Ini berdasarkan analisis laporan kekayaannya.

Baca juga : Jadi Wanita Terkaya di Indonesia, Harta Arini Subianto Capai Rp 11 Triliun

Kompas TV Cristiano Ronaldo dinobatkan sebagai olahragawan dengan pendapatan tertinggi tahun 2016. Hal ini mengacu pada riset yang dilakukan oleh Forbes Sport Money Index membuat CR7 menjadi pesepakbola dengan pendapatan tertinggi sekolong langit.

 


EditorErlangga Djumena
SumberBloomberg
Komentar
Close Ads X