Bursa Awasi Ketat Saham AirAsia

Kompas.com - 09/01/2018, 15:18 WIB
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). Pemasangan gambar-gambar bertema pariwisata Indonesia ini bertujuan untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) terus terbang tinggi.

Dalam beberapa hari belakangan, saham maskapai pesawat terbang ini mengalami auto rejection dengan kenaikan harian hampir sebesar 25 persen selama lima hari berturut-turut.

Mengutip Kontan.co.id Selasa (9/1/2018), BEI menaruh perhatian atas saham CMPP yang terus menguat tersebut. Saat ini, otoritas bursa tengah memantau pergerakan harga saham itu secara ketat.

"Bursa sudah melakukan berbagai tindakan dan info juga sudah full published. Saat ini, bursa melihat pada mekanisme pasar sambil tetap dipantau ketat," ujar Tito Sulistio, Direktur Utama BEI kepada Kontan, Senin (8/1).

Tito menambahkan, suspensi untuk saham CMPP sudah pernah dilakukan. Bursa juga sudah pernah melakukan pengumuman UMA atau unusual market activity.

Selain itu, bursa juga sudah mempublikasikan untuk mewajibkan public expose saat harga naik pada Agustus 2017. Kemudian, dilakukan UMA dan suspensi lagi saat harga turun pada November 2017.

"Atas pergerakan harga ini bursa sudah lapor OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," imbuhnya.

Ke depannya, bursa akan mencermati pergerakan harga saham dan melakukan tindakan yang diperlukan. Antara lain berdasarkan pergerakan harga, perilaku transaksi, aksi korporasi, dan kondisi fundamental emiten.

"Perlu tidaknya dilakukan suspensi tentunya akan mempertimbangkan hal-hal tersebut nantinya," imbuh Tito.

 

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: BEI awasi ketat saham AirAsia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X