Tak Ada Bahan Baku, Produksi Pupuk Iskandar Muda Terhenti Sementara

Kompas.com - 10/01/2018, 21:00 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Aceh Achmad Fadhiel (kanan), bersama jajaran direktur lainnya, menandatangani kantung terakhir pupuk tahun 2016, Minggu (1/1/2017). Kontributor Lhokseumawe, Masriadi Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Aceh Achmad Fadhiel (kanan), bersama jajaran direktur lainnya, menandatangani kantung terakhir pupuk tahun 2016, Minggu (1/1/2017).
|
EditorAprillia Ika

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Aceh terpaksa menghentikan produksi pupuk mereka di Aceh Utara. Pasalnya, hingga Rabu (10/1/2018) perusahaan ini mengalami kendala ketersediaan gas sebagai bahan baku memproduksi pupuk tersebut.

"Namun, masyarakat tak perlu khawatir. Kami pastikan pupuk masih tersedia untuk petani di Aceh. Kami pasok dari PT Pupuk Sriwijaya, sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia,” sebut Supervisor Media Antar Lembaga PT PIM, Faisal Wardhana, Rabu (10/1/2018).

Dia menyebutkan area distribusi pupuk dari PT PIM seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Lima provinsi itu kini disuplai dengan menggunakan pupuk produksi PT Sriwijaya.

Baca juga: Pupuk Langka di Aceh Utara, PT PIM Juga Lakukan Pengawasan

Dia menyebutkan, pihaknya masih menunggu gas dari PT Pertamina Hulu Energi dan PT Perta Arun Gas (PAG). Menurutnya, hasil pembicaraan dengan dua BUMN tersebut, gas akan disuplai Januari 2018 ini.

"Namun kepastian kapan gas tersedia kami belum tahu. Hasil pembicaraan sebelumnya Januari ini, kongkritnya belum tau. Kami masih menunggu," ujarnya.

Begitu bahan baku tersedia, sambung Faisal, maka PIM segera mengoperasikan pabriknya untuk memproduksi kembali pupuk bersubsidi di Aceh Utara.

"Semoga bisa segera tersedia gas," kata dia.

Kompas TV Jajaran Polres Majalengka, Jawa Barat mengungkap produksi nata de coco yang diduga menggunakan bahan pupuk urea.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.