Kompas.com - 11/01/2018, 11:15 WIB
|
EditorAprillia Ika

LONDON, KOMPAS.com - Kepanikan terus melanda investor mata uang digital ripple sejak awal pekan ini. Akibatnya, harga ripple terus merosot hingga pada Rabu (10/1/2018) waktu setempat atau Kamis (11/1/2018) waktu Indonesia.

Pada awal pekan, harga ripple sempat anjlok dari 3,22 dollar AS atau setara sekitar Rp 43.309 per koin menjadi 2,14 dollar AS atau sekira Rp 28.783 hanya dalam 11 jam. Angka ini berdasarkan pergerakan harga pada pusat perdagangan mata uang digital CoinMarketCap.

Sejak awal pekan hingga Rabu, nilai ripple sudah anjlok 55 persen dari level tertingginya. Harga ripple kini berada pada kisaran 1,70 dollar AS atau sekitar Rp 22.865.

Baca juga : Atur Mata Uang Digital, Korsel Ingin Gandeng China dan Jepang

Para investor menduga bahwa aksi jual ripple disebabkan keputusan CoinMarketCap untuk tidak menyertakan data dari penurakan mata uang digital di Korea Selatan. Ini berpengaruh pada perdagangan ripple setelahnya, yang harganya terus merosot.

"Keputusan CoinMarketCap untuk tidak menyertakan harga dari yang ditampilkan XRP membuat harga turun dan terjadi aksi jual karena panik. Lihat datanya dengan cermat dan jangan salah tangkap," ujar kepala kriptografer Ripple David Schwartz seperti dikutip dari media Inggris Express.

Schwartz berpandangan, harga ripple turun setelah CoinMarketCap mengubah metode penghitungan harga. Gelombang aksi jual dan aksi ambil untung yang didorong kepanikan pun tidak terhindari.

Baca juga : Harga Bitcoin dan Ripple Anjlok

Kapitalisasi pasar ripple juga ikut turun, yakni berkurang 70 miliar dollar AS sejak awal pekan hingga Rabu petang waktu Inggris.

Analis aset digital Marius Rupsys menyatakan, kinerja ripple yang naik turun tersebut sebenarnya merupakan bagian dari volatilitas mata uang digital. Ia mengungkapkan, harga ripple cenderung bergerak dalam lingkaran.

"(Harga) ripple cenderung meningkat ke level yang sangat tinggi, kemudian turun dalam periode yang cukup lama," tutur Rupsys.

Senada dengan Rupsys, Iqbal Ghandam, direktur pelaksana eToro, menyebut bahwa setelah harganya melonjak pada tahun 2017, ripple mengoreksi diri sendiri. Koreksi harga ripple, imbuh Ghandam, adalah hal umum.

"Sesuatu yang memiliki valuasi tinggi, seperti ripple, tidak bisa mempertahankan pertumbuhan ini karena tidak didorong fundamental, namun spekulasi," Rupsys menambahkan.

Baca juga : Warren Buffett: Mata Uang Digital Akan Berakhir Buruk

Kompas TV Bitcoin merupakan instrumen investasi yang menggiurkan. Disisi lain, pihak Bank Indonesia meminta masyarakat berhati-hati karena tidak ada jaminan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melecut Belanja Daerah untuk Pemulihan Ekonomi

Melecut Belanja Daerah untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Jokowi Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2023

Jokowi Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2023

Whats New
Jokowi Patok Defisit APBN Tahun Depan Maksimal Rp 598,2 Triliun

Jokowi Patok Defisit APBN Tahun Depan Maksimal Rp 598,2 Triliun

Whats New
Masyarakat dapat Kelola Sampah Plastik Rumah Tangga untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Masyarakat dapat Kelola Sampah Plastik Rumah Tangga untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
 Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Whats New
Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.