KKP Sebut PNBP Sektor Perikanan 2017 Tertinggi dalam 5 Tahun

Kompas.com - 11/01/2018, 21:12 WIB
Pekerja menjemur ikan asin di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018). Kementerian Kelautan dan Perikanan menaikan target perikanan tangkap tahun 2018 sebesar 9,45 juta ton dari target tahun sebelumnya yang hanya sebesar 7,8 juta ton. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja menjemur ikan asin di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (10/1/2018). Kementerian Kelautan dan Perikanan menaikan target perikanan tangkap tahun 2018 sebesar 9,45 juta ton dari target tahun sebelumnya yang hanya sebesar 7,8 juta ton.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat peningkatan nilai produksi ikan tahun 2017 memberi sumbangsih besar pada penerimaan negara bukan pajak ( PNBP). PNBP sektor perikanan tahun 2017 sekaligus merupakan yang tertinggi kenaikannya dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"PNBP sumber daya perikanan naik dari Rp 214,44 miliar di tahun 2014 menjadi Rp 490,23 miliar di tahun 2017, naik 129 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir," kata Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto di gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Menurut Rifky, peningkatan produksi produk perikanan dan kelautan juga tercermin dari tumbuhnya nilai ekspor tahun 2017. Nilai ekspor produk perikanan tercatat naik 8,12 persen, dari 3,78 miliar dolar AS pada Januari-November 2016 menjadi 4,09 miliar dolar AS pada Januari-November 2017.

Adapun sejumlah komoditas kelautan dan perikanan turut mengalami peningkatan nilai ekspor. Komoditas yang dimaksud adalah udang sebesar 0,53 persen, tuna tongkol cakalang sebesar 18,57 persen, rajungan dan kepiting 29,46 persen, cumi sotong gurita 16,54 persen, dan rumput laut naik 23,35 persen. Sedangkan komoditas lain di luar kategori di atas naik 3,61 persen.

Baca juga: Susi Ajak Semua Pihak Move On dari Masalah Penenggelaman Kapal

Untuk periode yang sama, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan ke negara tujuan utama juga menunjukkan peningkatan. Nilai ekspor ke Amerika Serikat naik 12,82 persen, ke Jepang naik 8,31 persen, ke negara-negara ASEAN naik 3,42 persen, ke Tiongkok naik 11,28 persen, ke Uni Eropa naik 9,38 persen, sementara ke negara lainnya turun 1,76 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X