Grab Dapat Kucuran Modal dari Hyundai - Kompas.com

Grab Dapat Kucuran Modal dari Hyundai

Kompas.com - 12/01/2018, 06:30 WIB
Suasana booth pemesanan GrabCar di Terminal 1B Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (24/10/2017). Layanan taksi online dari Grab di bawah naungan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol) resmi beroperasi mengangkut penumpang di Bandara Soekarno-Hatta per hari Senin (23/10/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana booth pemesanan GrabCar di Terminal 1B Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (24/10/2017). Layanan taksi online dari Grab di bawah naungan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol) resmi beroperasi mengangkut penumpang di Bandara Soekarno-Hatta per hari Senin (23/10/2017).

SEOUL, KOMPAS.com - Raksasa otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor Co menyatakan telah berinvestasi pada perusahaan transportasi aplikasi asal Singapura, Grab. Ini adalah upaya pertama Hyundai untuk masuk dalam bisnis transportasi berbasis aplikasi.

Selain itu, investasi pada Grab membuka pintu diversifikasi bisnis Hyundai menyusul anjloknya penjualan di China. Namun, tidak disebutkan berapa nilai investasi yang dikucurkan pada Grab.

Mengutip CNBC, Jumat (12/1/2018), Grab telah beroperasi di 8 negara di kawasan Asia Tenggara. Grab pun menyebut diri sebagai operator transportasi berbasis aplikasi terbesar di kawasan tersebut.

Dengan aksi korporasi ini, Hyundai dan Grab akan bersama-sama mengembangkan layanan di Asia Tenggara. Ini termasuk menggunakan model ramah lingkungan yang dimiliki Hyundai, seperti IONIQ Electric.

Baca juga : Grab Meluncur di Kamboja, Go-Jek Bersiap Masuk Filipina

Selain dari Hyundai, Grab juga telah mengantongi investasi dari sejumlah perusahaan raksasa Asia. Investor Grab antara lain Didi Chuxing, SoftBank, dan Toyota Tsusho.

Adapun Hyundai menyatakan tengah mempertimbangkan untuk membangun pabrik mobil di Asia Tenggara. Negara yang kemungkinan menjadi pilihan adalah Indonesia dan Malaysia.

Minat Hyundai terhadap Asia Tenggara terus tumbuh sejak merenggangnya hubungan diplomatik antara Korsel dengan China pada tahun lalu. Ini menyebabkan Hyundai, yang amat bergantung pada pasar China, terpukul.

Hyundai pun mengumumkan kerja sama untuk pertama kalinya dengan perusahaan rintisan (startup) Silicon Valley, Aurora. Kerja sama ini terkait pengembangan teknologi mobil swakemudi.

Kompas TV Grab mengakui baru saja mendapat suntikan modal dari dua investor besar.


EditorAprillia Ika
SumberCNBC
Komentar
Close Ads X