Kompas.com - 12/01/2018, 09:00 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memimpin penenggelaman 33 kapal asing pencuri ikan di perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Di sela-sela kunjungan kerja dan memimpin penenggelaman kapal di Natuna, Menteri Susi melakukan piknik mendadak di Pantai Sindu, salah satu pantai berbatu raksasa di Pulau Ranai. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memimpin penenggelaman 33 kapal asing pencuri ikan di perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (29/10/2017). Di sela-sela kunjungan kerja dan memimpin penenggelaman kapal di Natuna, Menteri Susi melakukan piknik mendadak di Pantai Sindu, salah satu pantai berbatu raksasa di Pulau Ranai.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah hampir sepekan bahasan tentang penenggelaman kapal dibicarakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Kamis (11/1/2018) meminta agar semua pihak beranjak dari masalah tersebut.

Melalui pertemuan singkat dengan pewarta di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kemarin, Susi juga menegaskan jajarannya tidak hanya menenggelamkan kapal, tapi banyak hal yang sudah dikerjakan, terutama sepanjang 2017.

"Kita move on dari masalah yang tidak perlu, kemarin Pak Presiden sudah menjelaskan semuanya," kata Susi pada Kamis siang.

Dijelaskan oleh para pejabat lain di bawah Susi, capaian kinerja KKP tahun 2017 tercatat mengalami peningkatan yang positif, terutama dalam hal nilai ekspor dan investasi untuk hasil kelautan dan perikanan.

Baca juga : Susi Ajak Semua Pihak Move On dari Masalah Penenggelaman Kapal

 

Bahkan, nilai ekspor produk perikanan dari Indonesia tercatat melampaui nilai ekspor negara lain seperti China, Vietnam, dan Filipina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertumbuhan nilai ekspor Indonesia naik 2,31 persen per tahun dalam periode 2012 sampai 2016 dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 2,67 persen per tahun.

Sementara, pertumbuhan nilai ekspor China naik 2,29 persen per tahun dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 0,6 persen per tahun.

Sedangkan nilai ekspor produk perikanan Vietnam naik 1,45 persen per tahun dan neraca perdagangannya turun 15,14 persen per tahun.

Untuk Filipina, nilai ekspornya tumbuh naik 0,32 persen serta neraca perdagangannya turun 6,75 persen per tahun.

Untuk stok ikan nasional pun tercatat mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.