Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyudahi Gaduh Penenggelaman Kapal

Kompas.com - 12/01/2018, 09:00 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah hampir sepekan bahasan tentang penenggelaman kapal dibicarakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Kamis (11/1/2018) meminta agar semua pihak beranjak dari masalah tersebut.

Melalui pertemuan singkat dengan pewarta di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kemarin, Susi juga menegaskan jajarannya tidak hanya menenggelamkan kapal, tapi banyak hal yang sudah dikerjakan, terutama sepanjang 2017.

"Kita move on dari masalah yang tidak perlu, kemarin Pak Presiden sudah menjelaskan semuanya," kata Susi pada Kamis siang.

Dijelaskan oleh para pejabat lain di bawah Susi, capaian kinerja KKP tahun 2017 tercatat mengalami peningkatan yang positif, terutama dalam hal nilai ekspor dan investasi untuk hasil kelautan dan perikanan.

Baca juga : Susi Ajak Semua Pihak Move On dari Masalah Penenggelaman Kapal

 

Bahkan, nilai ekspor produk perikanan dari Indonesia tercatat melampaui nilai ekspor negara lain seperti China, Vietnam, dan Filipina.

Pertumbuhan nilai ekspor Indonesia naik 2,31 persen per tahun dalam periode 2012 sampai 2016 dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 2,67 persen per tahun.

Sementara, pertumbuhan nilai ekspor China naik 2,29 persen per tahun dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 0,6 persen per tahun.

Sedangkan nilai ekspor produk perikanan Vietnam naik 1,45 persen per tahun dan neraca perdagangannya turun 15,14 persen per tahun.

Untuk Filipina, nilai ekspornya tumbuh naik 0,32 persen serta neraca perdagangannya turun 6,75 persen per tahun.

Untuk stok ikan nasional pun tercatat mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto mengungkapkan, terjaganya bahkan peningkatan stok ikan nasional sebagai efek dari penerapan regulasi yang mendukung hal tersebut, salah satunya pemberantasan illegal fishing.

"Pasca penerapan regulasi oleh KKP, tahun 2016 perhitungan stok ikan nasional tercatat 12,5 juta ton, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," tutur Rifky.

Adapun jumlah stok ikan nasional tahun 2015 lalu tercatat hanya 9,9 juta ton. Jika dilihat beberapa saat ke belakang, seperti tahun 2013, jumlah stok ikan nasional masih di bawah yaitu 7,3 juta ton.

Untuk tahun 2018, Susi memastikan akan meningkatkan hasil produksi perikanan, menaikkan jumlah ekspor, dan meningkatkan investasi dalam rangka perbaikan sektor perikanan di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sebelumnya berseberangan soal penenggelaman kapal, tapi satu pandangan mengenai peningkatan kinerja KKP dan memajukan Indonesia sebagai negara maritim.

Kompas TV Silang pendapat terjadi antara Luhut Binsar Panjaitan dan Susi Pudjiastuti terkait aksi penenggelaman kapal asing pencuri ikan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Whats New
Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Whats New
Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com