8 Saham yang Patut Disimak Tahun Ini - Kompas.com

8 Saham yang Patut Disimak Tahun Ini

Kompas.com - 14/01/2018, 16:42 WIB
Karyawan memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9/2017). Perdagangan IHSG pada awal pekan dibuka menguat sebesar 6,30 poin atau 0,11 persen menjadi 5.863,421 poin ditengah kondisi ekonomi nasional yang cukup kondusif dan positif dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Karyawan memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9/2017). Perdagangan IHSG pada awal pekan dibuka menguat sebesar 6,30 poin atau 0,11 persen menjadi 5.863,421 poin ditengah kondisi ekonomi nasional yang cukup kondusif dan positif dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Bahana Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2018 akan mencapai level 7.000. Hal ini sejalan dengan sejumlah hal positif yang akan mewarnai pasar dan perekonomian Indonesia pada tahun ini.

Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas Andri Ngaserin menuturkan, faktor positif tersebut antara lain berlanjutnya belanja infrastruktur dan dana subsidi untuk sosial dan dana-dana kampanye yang biasanya meningkat menjelang pilkada serta pilpres karena akan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Harga komoditas global pun stabil meningkat, khususnya harga batu bara akan memberi dampak rentetan terhadap perekonomian. 

"Dengan melihat beberapa faktor positif dan risiko yang perlu dicermati, indeks diperkirakan tidak akan banyak bergerak pada semester pertama tahun ini," kata Andri dalam pernyataan resmi, Minggu (14/1/2018).

Baca juga: Dibuka Wapres, IHSG Menguat di Hari Pertama Perdagangan Tahun 2018

Andri menyatakan, pada semester II 2018 baru akan terlihat pergerakan yang berarti pada IHSG. Namun, ini bergantung pada proses dan hasil pilkada serta menanti langkah yang akan diambil pemerintah untuk menyelamatkan anggaran 2018.

Kondisi politik di dalam negeri, yang akan menghadapi pilkada serentak serta pilpres 2019, akan menjadi faktor penentu bagi investor. Ini khususnya saat proses pilkada sedang berlangsung hingga hasil akhirnya.

"Bila semuanya berjalan transparan dan hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi pasar, hal itu akan membawa dampak positif," ujar Andri.

Bahana pun merekomendasikan delapan saham unggulan, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 8.500 per lembar, PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 39.700 per lembar, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan target harga Rp 11.600 per lembar.

Ada pula saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.174 per lembar, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan target harga Rp 3.500 per lembar, dan PT Indofood CBP Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 10.600 per lembar.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pun menarik, dengan target harga Rp 10.000 per lembar dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan target harga Rp 1.700 per lembar.  


EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X