Mendag Buka Keran Impor Beras, Ini Komentar Menteri Pertanian

Kompas.com - 15/01/2018, 17:58 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Pertanian Amran Sulaiman
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan impor beras untuk mengatasi kekurangan stok komoditas tersebut di masyarakat.

Menanggapi kebijakan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, meski harus impor beras, yang pasti Indonesia tidak impor jagung dan bawang.

"Yang terpenting tahun ini kita tidak ada impor jagung. Itu kita jadikan ukuran, tidak ada impor bawang juga, malah yang ada ekspor," kata Amran seusai Rapat Kerja Nasional Pertanian 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Menurut Amran, masa produksi tanaman padi menjadi beras ini terjadi selama tiga bulan. Jika bulan Oktober petani melakukan penanaman padi maka pada Januari telah memasuki masa panen beras.

"Ini logika sederhana aja ya. Umur padi enggak bisa dikurangi dua bulan enggak bisa ditambah lima bulan. Jadi Oktober hujan dia (pertani tanam), umur padi tiga bulan berarti Januari sudah panen," jelas dia.

Mentan menuturkan kebijakan yang dilakukan pemerintah terkait impor beras untuk kesejahteraan bangsa. "Kita tidak impor beras dari 2016 dan 2017. Kita berdoa aja yang terbaik. Pemerintah pasti melakukan yang terbaik untuk bangsa," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X