Via Vallen, Nella Kharisma, dan Alibaba, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 16/01/2018, 08:09 WIB
Via Vallen berpose di sela acara HUT Indosiar ke-23 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanVia Vallen berpose di sela acara HUT Indosiar ke-23 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).
EditorErlangga Djumena

1. Via Vallen, Nella Kharisma, dan Disrupsi Dangdut Koplo

Dalam konteks dunia hiburan kita bisa melihat bagaimana dangdut koplo yang dibawakan oleh Via Vallen dan Nella Kharisma dibawakan dengan santai, tidak vulgar, dan penyanyinya berdandan modis seperti artis-artis Korea. Inilah membuat konsumen hiburan begitu tergila-gila.

Pada saat yang sama, Via Vallen dan Nella Kharisma juga berhasil menggeser artis-artis dangdut incumbent yang lebih dulu mengorbit. Di mana sebagian dari mereka lebih dikenal publik karena berita-berita gosip ketimbang karya yang dibawakan. Ada juga yang terkenal karena penampilannya yang terlalu “mencolok mata”.

Konsumen sebenarnya tetap ingin terhibur. Tapi mereka sudah bosan, capek dan jengah dengan artis-artis dangdut yang lebih suka mengumbar kontroversi. Kehadiran Via Vallen dan Nella Kharisma kemudian menjadi pengobat “dahaga” itu.

Menggunakan saluran digital seperti Youtube, genre musik ini tak hanya meraup pasar yang sudah eksisting, namun juga menciptakan pasar baru.

Baca selengkapnya di sini

2. Kenapa Pemerintah Buka Keran Impor Beras?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Senin (15/1/2018). KOMPAS.com/Farida Farhan Bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Senin (15/1/2018).
Pemerintah akhir membuka keran impor beraspada awal tahun ini. Keputusan ini tertuang dalanm Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018.

Kebijakan impor beras tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun terakhir saat pemerintah terakhir membuka keran impor beras pada 2015.

Sebanyak 500.000 ton beras yang akan diimpor pada Januari 2018. Kebijakan ini muncul karena adanya kekurangan beras jenis medium sejak akhir tahun 2017. Akibatnya harga beras di pasaran pun melambung tinggi.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.