Di Tahun Politik, Danareksa Targetkan Kelola Dana Rp 35 Triliun - Kompas.com

Di Tahun Politik, Danareksa Targetkan Kelola Dana Rp 35 Triliun

Kompas.com - 17/01/2018, 13:13 WIB
Acara Economic & Investment Outlook 2018 oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/1/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Acara Economic & Investment Outlook 2018 oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2018 PT Danareksa Investment Management (DIM) menargetkan mampu mengelola dana hingga Rp 35 triliun.

Target tersebut meningkat 30 persen jika dibandingkan tahun 2017 lalu sebesar Rp 27,2 triliun.

“2017, capaian (dana kelola) kami Rp 27,2 triliun, itu naik 45,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 2016, dana kelolaan sekitar Rp 18,7 triliun,” ujar Direktur Utama PT DIM, Marsangap P Tamba saat acara Economic & Investment Outlook 2018 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Baca juga : Danareksa Sekuritas: IHSG Tahun Depan Menuju ke 6.300

Marsangap, mengungkapkan, guna mengejar target dana kelolaan sebesar Rp 35 triliun, pihaknya akan mengoptimalkan beberapa produk dari PT Danareksa Investment Management, mulai dari reksa dana, kontrak pengelolaan dana hingga efek beragun aset.

"Kami juga akan menerbitkan produk alternatif seperti reksa dana penyertaan terbatas dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset,” jelasnya.

Pihaknya optimistis dengan target yang dicanangkan pada tahun politik ini, sebab perhelatan pesta demokrasi akan memberikan dampak pada peningkatan performa pasar maupun aktivitas konsumsi masyarakat.

“Karena meningkatnya aktivitas konsumsi domestik. Secara historis selalu demikian,” jelasnya.

Baca juga : Jadi Induk Holding Jasa Keuangan, Danareksa Tunggu Persetujuan Politik

Menurutnya, aktivitas politik yang meningkat akan sangat berhubungan dengan investasi, terlebih didorong dengan kebijakan pemerintah pada sektor ekonomi, maupun peringkat Investment grade.

"Acara-acara politik sangat relevan dengan investasi. Kondisi ekonomi sangat baik kondisinya. Kebijakan pemerintah di jalur tepat. Indikator makro stabil bahkan naik. Prospek investasi diharap naik," jelasnya.

Kompas TV Tidak berhenti di penggabungan BUMN pertambangan, pemerintah juga terus melaju dengan penggabungan Bank BUMN.


EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X