Antisipasi Kebutuhan Proyek Infrastruktur, BNI Bakal Terbitkan "Convertible Bond"

Kompas.com - 17/01/2018, 19:16 WIB
Konferensi pers paparan kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (17/1/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKonferensi pers paparan kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (17/1/2018).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan bakal menerbitkan convertible bonds. Ini adalah obligasi yang dapat dikonversi guna memperkuat modal dalam memitigasi dampak sistemik apabila terjadi krisis.

Menurut Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, obligasi tersebut akan diterbitkan pada semester II 2018 mendatang. Adapun jangka waktunya akan disesuaikan dengan kondisi pasar.

"Kami lihat jangka waktunya apakah tepat, disesuaikan dengan kondisi pasar," kata Baiquni pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo menjelaskan, obligasi tersebut juga akan digunakan oleh perseroan sebagai antisipasi kebutuhan pendanaan untuk pembiayaan infrastruktur.

Baca juga : Berhasil Turunkan Kredit Bermasalah, Ini yang Dilakukan BNI

Ini sejalan dengan komitmen BNI mendukung pembangunan proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Sektor infrastruktur sendiri, imbuh Rico, merupakan salah satu penopang pertumbuhan kredit BNI untuk tahun 2018. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit berkisar antara 15 hingga 17 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, ketentuan terkait penerbitan convertible bond diwajibkan bagi bank sistemik. Ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi bagi Bank Sistemik.

Dalam POJK itu, batas akhir bagi bank sistemik dalam menerbitan obligasi yang dapat dikonversi menjadi modal adalah hingga akhir tahun 2018 ini. Kewajiban kepemilikan instrumen utang tersebut harus dipenuhi paling lambat 18 bulan sejak rencana aksi diterima oleh regulator.

Convertible bond diharapkan dapat memperkuat ketahanan permodalan bagi bank-bank sistemik. Ini pula bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya krisis.

Kompas TV Bank Mandiri mengalami lonjakan kredit bermasalah menjadi hampir 4 persen.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X