Di Depan Jokowi, Ketua OJK Yakin Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,4 Persen

Kompas.com - 18/01/2018, 20:42 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Terpilih Wimboh Santoso, saat menggelar konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Terpilih Wimboh Santoso, saat menggelar konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Mengenakan pakaian batik bercorak coklat, Presiden Jokowi hadir bersama dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan beberapa menteri kabinet kerja.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso mengatakan, saat ini merupakan momentum yang tepat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif.

“Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen,” kata Wimboh.

Baca juga : Industri Game dan Animasi Kesulitan Akses Pembiayaan Perbankan

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi 2018 akan didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan mencapai 23,36 persen. Sementara itu, Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi umum dan asuransi jiwa juga berada di level tinggi, yaitu 310 persen dan 492 persen.

Adapun tingkat risiko kredit perbankan pun terkendali, dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) 2,59 persen gross dan 1,11 persen net, dengan tren yang menurun. Rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan juga mengalami penurunan menjadi 2,96 persen.

Kredit perbankan sampai Desember 2017 tercatat sebesar Rp 4.782 triliun atau tumbuh 8,35 persen secara tahunan (yoy).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat sebesar Rp 5.289 triliun, tumbuh 9,35 persen (yoy). Pertumbuhan intermediasi perbankan juga diikuti dengan tren penurunan suku bunga, di mana sepanjang tahun 2017, suku bunga deposito turun sebesar 65 basis poin (bps) dan suku bunga kredit turun 77 bps.

"Kuatnya tingkat permodalan, ketersediaan likuiditas yang memadai, serta terkendalinya tingkat risiko memberikan landasan yang kuat bagi sektor jasa keuangan untuk lebih proaktif dalam menyediakan sumber pendanaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian domestik," ungkap Wimboh.

Adapun OJK memperkirakan kredit dan DPK perbankan berpotensi untuk tumbuh di kisaran 10 sampai 12 persen tahun ini. Optimisme untuk memacu pertumbuhan turut diperlihatkan pula oleh pelaku industri jasa keuangan, sebagaimana tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2018.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X