Akademisi Kritik Kebijakan Impor Beras yang Dilakukan Jelang Panen Raya - Kompas.com

Akademisi Kritik Kebijakan Impor Beras yang Dilakukan Jelang Panen Raya

Kompas.com - 19/01/2018, 12:20 WIB
Petani membentangkan poster bertuliskan Stop Impor Beras, saat aksi tunggal di area persawahan Desa Undaan, Kudus, Jawa Tengah (15/1). Aksi tersebut sebagai wujud harapan petani setempat agar pemerintah tidak mengimpor beras saat musim panen tiba karena dianggap akan mengakibatkan turunnya harga gabah yang akan merugikan petani. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/kye/18.ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO Petani membentangkan poster bertuliskan Stop Impor Beras, saat aksi tunggal di area persawahan Desa Undaan, Kudus, Jawa Tengah (15/1). Aksi tersebut sebagai wujud harapan petani setempat agar pemerintah tidak mengimpor beras saat musim panen tiba karena dianggap akan mengakibatkan turunnya harga gabah yang akan merugikan petani. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/kye/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Akademisi dari Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya menilai impor beras yang dilakukan pemerintah terlambat. Sebab, pemerintah baru mengeluarkan kebijakan impor beras pada awal tahun 2018. 

Padahal masa panen padi dari petani akan berlangsung pada Maret 2018. Dengan adanya panen tersebut, ditakuti beras impor yang masuk akan membuat harga gabah di tingkat petani turun.

"Yang penting impor tidak dilakukan menjelang musim panen dan untuk memperkuat stok beras sehingga tidak terjadi gejolak harga, bukan untuk membanjiri pasar yang membuat harga beras produksi petani turun tajam," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (19/1/2018). 

Menurut Berly, impor beras bukan hal yang tabu, karena Pemerintah bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyat dan pemenuhan kebutuhan pangannya. 

Baca juga : Janji Mendag, Impor Beras Tak Akan Rugikan Petani

Jika kebutuhan beras dalam negeri tidak dibantu impor di saat musim paceklik, dipastikan harga beras akan semakin mencekik dan menyengsarakan rakyat.  

"Klaim bahwa kita sudah surplus beras atau swasembada beras  sangat sulit dipercaya dengan tingginya harga beras di berbagai pelosok Indonesia. Kenaikan harga beras sudah mulai terlihat sejak Oktober  2017 lalu," jelas dia. 

Sependapat dengan Berly, pengurus Himpunan Alumni (HA) IPB Fathoni Ali menyesalkan sikap pemerintah yang terlambat melakukan impor. 

Seharusnya pada saat harga beras mulai naik disebabkan stok beras menipis, pada bulan September dan Oktober, segera mengeluarkan keputusan untuk melakukan impor.

Baca juga : Impor Beras Dinilai akan Bantu Kendalikan Inflasi Januari 2018

Sebab pada bulan tersebut, masa panen masih cukup lama. Sementara bulan Januari ini sudah mendekati masa panen.  

"Karena itu harusnya pemerintah  sudah melakukan impor beras sejak Oktober. Imporbermasalah kalau dilakukan pada bulan Januari karena akan masuk musim panen," kata dia. 

Seperti diketahui, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan impor beras sebanyak 500.000 ton. Kebijakan ini diambil untuk menutupi kekurangan stok beras yang membuat harga beras meningkat.  

Kompas TV Menurut rencana, impor beras akan dilakukan mulai pertengahan Januari hingga akhir Februari nanti.


EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X