Ada Potensi Harga BBM Naik, Inflasi 2018 Diprediksi 4 Persen

Kompas.com - 22/01/2018, 16:30 WIB
Kepala ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra di Jakarta, Senin (22/1/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKepala ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra di Jakarta, Senin (22/1/2018).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada tahun 2018 diperkirakan bakal mencapai 4 persen secara tahunan (yoy). Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi pada tahun 2017 lalu yang mencapai 3,61 persen (yoy).

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra mengungkapkan, proyeksi inflasi pada tahun 2018 tersebut didasarkan kepada peningkatan inflasi bahan pangan (volatile food).

Selain itu, ada pula risiko kenaikan inflasi dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) tipe ritel.

"Inflasi diperkirakan cukup stabil. Kita sudah lihat impor beras dan pemerintah juga menjaga harga BBM tidak berubah. Menurut kami itu cara menjaga stabilitas harga dan diharapkan menjaga daya beli," ujar Aldian pada konferensi pers Global Research Briefing 2018 Global Outlook di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Aldian menuturkan, prediksi inflasi sebesar 4 persen dilatar belakangi sejumlah faktor. Pertama, adanya normalisasi inflasi pangan dari deflasi yang terjadi pada tahun 2017 lalu.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga diperkirakan bakal memengaruhi kebijakan energi pemerintah. Aldian menuturkan, pihaknya memprediksi harga minyak mentah dunia akan berada pada kisaran 61 dollar AS per barrel.

Aldian pun menyatakan, harga ritel BBM saat ini berada pada kisaran 5-10 persen di bawah harga keekonomiannya. Sehingga, sejalan dengan naiknya harga minyak dunia, ada potensi harga minyak akan naik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami memperkirakan dugaan kenaikan terhadap harga bahan bakar mentah di 2018 akan berkontribusi sekitar 0,4 persentase poin terhadap inflasi total," jelas Aldian.

Ia menuturkan, skenario dasarnya adalah pemerintah vakal menaikkan harga BBM hanya untuk bahan bakar nonsubsidi, seperti Pertamax maupun Pertalite. Adapun harga bahan bakar teregulasi seperti premium dan solar akan dipertahankan.

"Kami memperkirakan inflasi melunak pada semester I 2018, sebelum mengalami kenaikan di semester II tahun ini," terang Aldian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.