Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BSN: Mainan Wajib SNI Itu untuk Anak Usia 14 Tahun ke Bawah

Kompas.com - 24/01/2018, 14:37 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku lembaga yang menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) menyebut jumlah mainan impor tidak dibatasi dalam konteks mengurus izin SNI. BSN menggunakan acuan peruntukan mainan berdasarkan usia. Hal ini berbeda dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang memakai ukuran jumlah mainan untuk menentukan harus izin SNI atau tidak.

"Mainan yang wajib urus SNI itu buat mainan anak usia 14 tahun ke bawah. Jumlah itu tidak masalah sebenarnya," kata Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Wahyu Purbowasito melalui konferensi pers di gedung BSN, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

Menurut Wahyu, pihaknya menetapkan  SNI untuk mainan anak dengan batas usia tersebut dalam rangka melindungi keamanan anak dari materi berbahaya. Pertimbangan lainnya adalah anak-anak belum tahu betul kegunaan suatu barang sehingga penetapan SNI menghindarkan dari hal tak diinginkan, seperti kebiasaan memasukkan barang ke mulutnya.

Sementara penetapan berapa jumlah mainan impor yang bebas mengurus izin SNI dinilai  Wahyu agak bias. Batasan jumlah mainan bisa jadi soal bila ada kasus tertentu, seperti satu set koleksi terbaru yang terdiri dari 10 buah mainan.

Baca juga: Tidak Perlu Urus SNI jika Bawa Mainan dari Luar Negeri Maksimal 5 Buah

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
"Masalah angka itu bisa dipermasalahkan dalam komunitas, umpamanya dalam satu set ada berapa mainan. Rancunya di situ," tutur Wahyu.

Sebelumnya, DJBC menetapkan membawa mainan dalam jumlah tertentu dari luar negeri akan diwajibkan urus izin SNI ke Kementerian Perindustrian. Batasannya adalah maksimal 5 mainan bila dibawa secara fisik dan maksimal 3 mainan untuk pemesanan online.

Kompas TV Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan bersama Badan Narkotika Nasional membongkar upaya penyelundupan 40 kilogram sabu di Aceh.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Whats New
LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Whats New
Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com