Telkom Terdepak dari 3 Besar Kapitalisasi Pasar Tertinggi di BEI - Kompas.com

Telkom Terdepak dari 3 Besar Kapitalisasi Pasar Tertinggi di BEI

Kompas.com - 25/01/2018, 19:03 WIB
Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) keluar dari tiga besar kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia ( BEI). Sejak awal 2018, kapitalisasi pasar BUMN teknologi ini sudah anjlok ke peringkat kelima dengan nilai kapitalisasi Rp 501 triliun atau setara 5,5 persen dari total market cap IHSG.

Padahal, Januari 2017, TLKM masih menempati posisi kedua dengan nilai kapitalisasi Rp 390,09 triliun atau setara 6,78 persen dari total market cap IHSG.

Posisi TLKM saat ini digeser oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pergeseran ini tak lepas dari posisi TLKM yang menjadi pemberat atau laggard IHSG. Sejak awal tahun, saham TLKM menjadi laggard terbesar. Saham TLKM telah mengurangi poin indeks sebesar 41,7 poin setelah harga sahamnya turun lebih dari 10 persen.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, banyak investor yang melepas saham TLKM lantaran sentimen Satelit Telkom 1 yang belum sepenuhnya hilang, meski insiden anomali satelit sudah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

Baca juga : Telkom Kaji Percepatan Peluncuran Satelit Telkom 4

David bilang, pengaruh negatif atas anomali tersebut akan tercermin di pembukuan TLKM 2017. Meski belum bisa mengukur seberapa besar pengaruhnya, David menilai hal ini krusial. "Ini tercermin dari net sell asing, karena mereka melihat sentimen itu krusial," ujar dia seperti dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (25/1/2018).

Mengutip data RTI, net sell asing atas saham TLKM memang tergolong besar. Per Rabu (24/1/2018), net sell asing tercatat Rp 246,49 miliar di seluruh pasar. Sehingga, sejak awal tahun, saham TLKM telah mengakumulasi net sell Rp 1,39 triliun di seluruh pasar.

Hingga penutupan Kamis ini, net sell asing masih berlanjut, sebesar Rp 160,58 miliar. Sehingga, saham TLKM hingga penutupan sore melemah 0,25 persen ke level Rp 3.970 per saham. Penurunan ini lebih rendah dibanding penurunan sehari sebelumnya yang mencapai 2,6 persen ke level Rp 3.980 per saham.

David menyebut, hingga saat ini belum ada sentimen ekspansi yang mampu mengalihkan perhatian pasar kembali melirik saham TLKM. "Waktu emiten lain berjalan, TLKM berlari. Sekarang, emiten lain berlari, TLKM sedang mengambil napas," sebutnya.

Meski demikian, David memastikan tidak ada yang salah dengan fundamental TLKM. Valuasinya malah sudah jauh lebih menarik, dengan posisi price earning ratio (PER) 16,75 kali. Bandingkan dengan saham PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang memiliki PER masing-masing sebesar 21,18 kali dan 100 kali.

"Kami masih buy semua emiten BUMN, untuk TLKM target harga Rp 4.400 per saham," ucapnya. (Kontan/Dityasa H Forddanta)

Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul Telkom terdepak ke peringkat kelima market cap terbesar


EditorErlangga Djumena
Sumber

Close Ads X