Bauran Energi Sudah Mencapai 11 Persen, Biomassa Paling Tertinggal

Kompas.com - 26/01/2018, 07:40 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik Asian Agri di Tungkal Ulu, Jambi, pada Rabu (24/1/2018) bersama Head of Operation Asian Agri Bukit Sanjaya (baju batik) dan Gubernur Jambi Zumi Zola (kedua dari kanan). KOMPAS.com/APRILLIA IKAMenteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik Asian Agri di Tungkal Ulu, Jambi, pada Rabu (24/1/2018) bersama Head of Operation Asian Agri Bukit Sanjaya (baju batik) dan Gubernur Jambi Zumi Zola (kedua dari kanan).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

TUNGKAL ULU, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa saat ini bauran energi nasional sudah mencapai 11 persen-12 persen dari target bauran energi nasional sebesar 23 persen di 2025.

Dalam hal ini, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk panas bumi (geothermal) dan air (midro dan mikro hidro) sudah berkontribusi besar bagi bauran energi ini. Namun, pengembangan EBT dari biomassa masih tertinggal.

Hal itu disampaikan Jonan dalam pidato sambutan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) milik Asian Agri di Tungkal Ulu, Jambi, Rabu (24/1/2018).

"Asian Agri membuat PLTBg ini kami apresiasi. Ini adalah salah satu upaya bangsa untuk mengurangi dampak emisi gas buang di dunia sesuai Kesepakatan Perubahan Iklim Paris," kata Jonan.

Baca juga : Energi Baru Terbarukan Menjadi Kunci Ketahanan Energi Indonesia

Menurut dia, kapasitas terpasang PLTBg Tungkal Ulu tersebut masih kecil hanya 2,2 Mega Watt (MW). Sementara satu PLTU atau PLT gas bisa berkapasitas hingga 1.000 MW.

"Walau kecil namun ini kami dukung. Pemerintah mendukung listrik tanpa polusi," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga menambahkan bahwa untuk ketahanan energi nasional, pemerintah mendorong pemanfaatan semua energi primer dari dalam negeri misal batu bara, gas, panas bumi dan air.

"Ini biomassa ketinggalan. Namun Asian Agri sudah bikin tujuh (PLTBg). Saya berharap di kemudian hari setiap pabrik pengolahan sawit dibangun pembangkit listrik tenaga biomassa," ujar Jonan.

Baca juga : Asian Agri Investasi 120 Juta Dollar AS Bangun 20 PLTBg

Dia berharap, separuh dari kapasitas terpasang PLTBg tersebut akan disalurkan ke masyarajat secara gratis sehingga posisi Asian Agri di Jambi juga dekat dengan masyarakat.

Dari hitungan Jonan, jika 1 MW saja dialrikan gratis maka akan ada 2.000 rumah tangga mendapat aliran listrik sebesar 450 watt secara gratis. "Toh kalau dijual ke PLN, (harga listriknya) tidak seberapa," pungkas Jonan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.