Menko Luhut Ajak Investor Asing Biayai Infrastruktur di Perkotaan

Kompas.com - 26/01/2018, 08:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemartiman Luhut Binsar Pandjaitan KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Koordinator Bidang Kemartiman Luhut Binsar Pandjaitan
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para investor negara lain untuk berinvestasi infrastruktur di kota-kota besar Indonesia.

Hal ini karena Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lebih difokuskan untuk membangun infrastruktur di daerah terpencil.

Ajakan itu diungkapkan Menko Luhut saat menghadiri workshop bertema "From Pipedream to Pipeline" yang menjadi salah satu acara kegiatan World Economic Forum di Davos, Swiss.

"Dana untuk pembangunan infrastruktur kami saat ini terbatas, hanya 30 persen dari APBN kami, sehingga pembangunan di kota-kota besar kami usahakan tidak menggunakan dana APBN," ujar Luhut dalam keterangannya, Jumat (26/1/2018).

Baca juga : 34 Proyek Infrastruktur Dibiayai Swasta, Kasus Beda Harga di Indomaret, 5 Berita Populer Ekonomi

Dalam diskusi yang diikuti oleh beberapa pemimpin negara, tokoh dan aktivis lingkungan hidup ini pada intinya membahas bagaimana caranya agar proyek- proyek yang secara komersil tidak menarik, bisa mendapat pembiayaan dan berkelanjutan.

"Karena itu kita harus mencari cara bagaimana agar proyek-proyek itu bisa menarik bagi investor. Blended finance bisa menjadi salah satu jalan keluarnya," kata Luhut.

Menko Luhut menegaskan sosialisasi kepada masyarakat harus terus dilakukan terkait pembangunan infrastruktur.

"Yang penting adalah membuat masyarakat paham bahwa yang dikerjakan pemerintah ini akan memberi manfaat untuk mereka.

Baca juga : Swasta Didorong Biayai Proyek Infrastruktur Nasional

Kami juga memperlakukan rakyat dengan fair, misalnya pada pembebasan lahan, kami menggunakan jasa independen appraisal untuk menghitung harga ganti rugi yang pantas," jelas dia.

Sementara, PM Papua New Guinea Peter O’Neill mendukung upaya Menko Luhut dalam memfokuskan pembangunan daerah terpencil. Menurut dia, dengan adanya infrastruktur masyarakat daerah terpencil bisa mengatasi ketertinggalan dengan kota-kota besar.

" Infrastruktur adalah penting untuk rakyat Indonesia dengan pembangunan infrastruktur dapat mengurangi kesenjangan dan juga masyarakat Indonesia yang beragam dan wilayahnya sangat luas," pungkas O'Neill.

Baca juga : Peluang Terbuka bagi Investor Swasta Membangun Bandara di Indonesia

Kompas TV Presiden kembali mengingatkan agar birokrat harus mendahulukan kepentingan masyarakat bawah dalam membuat keputusan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X