Adisutjipto, Bandara Paling "Crowded" dengan Kapasitas Terbatas

Kompas.com - 27/01/2018, 12:49 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Adisutjipto di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mencapai titik jenuh dari kepadatan yang dialami beberapa tahun terakhir.

Bandara yang sedianya hanya untuk kegiatan TNI Angkatan Udara itu harus dibagi dengan kegiatan penerbangan komersial. Setiap tahun jumlah penumpang dan pergerakan pesawat mengalami peningkatan signifikan.

"Ini bandara yang paling crowded dengan kapasitas terbatas," kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, saat ditemui di kantornya, Jumat (26/1/2018).

Pandu menjelaskan, kapasitas maksimum bandara ini adalah untuk 1,8 juta penumpang per tahun. Namun, seiring dengan semakin banyak penumpang bepergian dengan pesawat dari dan ke Yogyakarta, jumlah penumpang per tahun kini mencapai 7,8 juta orang.

Hal itu baru untuk penerbangan komersial atau sipil, belum ditambah dengan kegiatan TNI AU yang turut menggunakan landasan pacu serta ruang udara yang sama.

Dalam sehari, ada 90 penerbangan militer yang operasionalnya bergantian dengan kegiatan penerbangan sipil.

Untuk pergerakan pesawat sipil di Adisutjipto, tercatat rata-rata sebanyak 176 penerbangan per hari.

PT Angkasa Pura I selaku pengelola juga telah memperpanjang waktu operasional bandara untuk menyikapi kondisi over capacity ini, dari pukul 06.00-21.00 WIB menjadi pukul 05.00-24.00 WIB mulai tahun 2017.

Berdasarkan kondisi tersebut, AP I menilai keberadaan bandara baru di Yogyakarta menjadi hal penting yang harus segera direalisasikan.

Bandara yang dimaksud akan ada di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, dengan nama sementara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Proses pembangunan NYIA tahap 1 dijadwalkan mulai pada April 2018. Sampai hari ini, AP I masih berupaya mempercepat proses pembebasan lahan milik 32 kepala keluarga (KK) yang belum sepakat dari total 2.700 KK terdampak pembangunan NYIA.

Dengan keberadaan NYIA, jumlah penumpang per tahun dapat ditingkatkan menjadi 14 juta orang. AP I diberi target oleh pemerintah menyelesaikan NYIA hingga bisa beroperasi paling lambat April 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.