Jepang Bakal Hibahkan Sentra Perikanan untuk Indonesia

Kompas.com - 29/01/2018, 20:21 WIB
|
EditorAprillia Ika

NATUNA, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang, melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) berencana menghibahkan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di enam titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini pihaknya sedang meninjau lokasi yang bakal dibangun SKPT hibah Jepang. Salah satunya direncanakan akan berada di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

"Jadi di Natuna nanti ada dua SKPT, satu yang kita buat dan satu lagi yang dihibahkan oleh Jepang," ujar Susi saat bincang dengan awak media di Pulau Batu Sindu, Minggu (28/1/2018).

Baca juga : Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna Siap Beroperasi 

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja menambahkan, hibah tersebut disalurkan oleh Jepang melalui JICA tanpa ada syarat apapun.

Menurutnya, Menteri Susi dan pihak Jepang telah sepakat membangun seluruh fasilitas yang dibutuhkan sentra perikanan dan meminta dilibatkan pengawasan kualitas ikan yang masuk.

Sedangkan masalah pengoperasian, maupun penyaluran ikan dari SKPT hibah itu diserahkan sepenuhnya pada Indonesia.

"Hibah itu tidak ada return, karena willingnessnya bantu Indonesia. Jepang lihat potensi ikan Indonesia luar biasa, dan mereka juga konsumen ikan terbesar di dunia," terang Sjarif.

"Mereka bermaksud berdagang, beli ikan dari kita. Dan mereka akan mendampingi dari sisi kualitas, ikannya mesti bagus, ukurannya jelas, packaging juga," imbuhnya.

Baca juga : Jepang Bantu Indonesia Kembangkan Sentra Perikanan di 6 Pulau Terluar

Saat ini masih belum diketahui besaran nilai hibah tersebut. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan masih terus melakukan survei untuk menemukan lokasi yang cocok di Natuna.

Selain Natuna, sentra perikanan hibah Jepang rencananya akan dibangun di Morotai, Saumlaki, Moa dan dua titik lainnya.

Kompas TV Tapi, dari gudang pendingin berkapasitas 200 ton yang sudah ada, 70 nelayan binaan hanya mampu mengisinya sebesar 120 ton.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.