Cerita Nelayan Natuna soal Efek Penenggelaman Kapal oleh Menteri Susi

Kompas.com - 30/01/2018, 11:37 WIB
Kapal nelayan sedang bersandar di Pelabuhan SKPT Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, untuk mengisi pasokan es yang dipakai mengawetkan ikan hasil tangkapannya, Minggu (29/1/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoKapal nelayan sedang bersandar di Pelabuhan SKPT Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, untuk mengisi pasokan es yang dipakai mengawetkan ikan hasil tangkapannya, Minggu (29/1/2018)
|
EditorErlangga Djumena

NATUNA, KOMPAS.comPenenggelaman kapal yang seakan menjadi trademark Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dirasakan berdampak baik bagi sebagian nelayan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

 Ketua Koperasi Nelayan Pulau Subi Mahyu bercerita bahwa saat ini dia sudah jarang sekali menemukan adanya nelayan asing yang masuk ke perairan Indonesia.

"Sekarang sudah jarang, kapal asing memang sudah turun cukup drastis, tidak seperti dulu," ujar Mahyu saat ditemui di Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (29/1/2018).

Dia menambahkan, dirinya memang pernah menjumpai nelayan asing yang mengambil ikan di perairan Indonesia pascakebijakan penenggelaman kapal. Namun, lokasinya sudah bergeser jauh.

Baca juga: "Kalau soal Penenggelaman Kapal, I Stand with Susi..."

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau fasilitas SKPT Selat Lampa, di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (29/1/2018)KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau fasilitas SKPT Selat Lampa, di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (29/1/2018)
Bila dulu nelayan asing masih berani masuk hingga 5 mil dari garis pantai, setelah adanya penenggelaman kapal posisinya bergeser hingga ke 30 mil atau 40 mil dari garis pantai.

"Kadang ada dua atau tiga kapal, ada yang Vietnam atau Thailand. Dulu mereka berani sampai berjajar 20-an kapal," ucap dia.

Tarmini, nelayan dari Desa Sedadap, Pulau Tiga, juga mengamini perubahan tersebut. Dia mengaku tidak pernah lagi menjumpai nelayan asing saat melaut mencari ikan di perairan Natuna.

"Kalau kapal asing saya tengok sepi, tidak pernah kami jumpai sama sekali," kata dia.

Adapun penenggelaman kapal dilakukan oleh KKP bila sudah ada putusan pengadilan negeri terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Selain pemberian hukuman tersebut, KKP juga memantau perairan Indonesia menggunakan radar satelit, pelacak yang disematkan di nelayan Indonesia yang terdaftar, serta Kapak Pengawas Perikanan yang berjumlah empat unit.

Baca juga: Susi: Yang Keberatan dengan Penenggelaman Kapal Silakan Usul ke Presiden

Kompas TV Silang pendapat terjadi antara Luhut Binsar Pandjaitan dan Susi Pudjiastuti terkait aksi penenggelaman kapal asing pencuri ikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X