Konsorsium Migas Oman dan Singapura Terpilih Jadi Mitra Proyek GRR Bontang

Kompas.com - 30/01/2018, 18:24 WIB
Konferensi pers oleh PT Pertamina (Persero) di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). Jajaran direksi yang memberi keterangan (dari kiri ke kanan) Corporate Secretary Syahrial Mukhtar, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ardhy N Mokobombang, serta Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Gigih Prakoso. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Konferensi pers oleh PT Pertamina (Persero) di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). Jajaran direksi yang memberi keterangan (dari kiri ke kanan) Corporate Secretary Syahrial Mukhtar, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ardhy N Mokobombang, serta Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Gigih Prakoso.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menetapkan kerja sama dengan konsorsium perusahaan minyak bumi dan gas ( migas) asal Oman dan Singapura, yaitu Overseas Oil and Gas LLC serta Cosmo Oil International Pte Ltd untuk mengelola Grass Root Refinery (GRR) Bontang di Kalimantan Timur.

Konsorsium itu ditetapkan usai melalui proses seleksi yang diikuti sekitar 95 perusahaan sejak tahun lalu.

"Setelah melalui proses seleksi yang cukup lama sejak Februari 2017 kemarin, alhamdulillah kami sudah mendapatkan partner di dalam mengelola GRR Bontang," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ardhy N Mokobombang, dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).

Ardhy menjelaskan, nilai investasi mengelola GRR Bontang sekitar 10 miliar dolar AS, di mana nanti akan dibangun kilang di Bontang dengan kapasitas produksi 300.000 barel per hari.

Baca juga : Pertamina Jaring 95 Calon Mitra Proyek GRR Bontang

 

Kerja sama ini juga disepakati untuk dibiayai secara penuh oleh konsorsium, di mana pendanaan konsorsium akan didukung penuh oleh pemerintah Oman, berikut dengan pasokan minyak mentah atau crude supply-nya.

Dia menargetkan, dalam waktu dekat kesepakatan kerja sama ini akan dikukuhkan melalui penandatanganan framework agreement yang kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Tahap berikut yang dimaksud adalah melakukan studi kelayakan atau feasibility study hingga engineering package dengan target tahun 2025 kilang sudah bisa beroperasi.

Baca juga : Lebih dari 50 Perusahaan Minati Project Expose GRR Bontang

Kompas TV Pembentukan holding dilakukan dengan pengalihan saham negara di PGN kepada Pertamina.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X