Januari 2018, Harga Gabah Kering dan Beras Naik

Kompas.com - 01/02/2018, 12:50 WIB
Petani tengah memisahkan gabah kering hasil panennya di sawah beberapa waktu lalu. Lahan pertanian di wilayah pantura Jawa Barat mengalami kekeringan lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya. Memasuki musim kemarau, Indramayu dan Cirebon pada umumnya mengalami kekeringan lebih awal. KURNIASIH BUDI/ KOMPAS.comPetani tengah memisahkan gabah kering hasil panennya di sawah beberapa waktu lalu. Lahan pertanian di wilayah pantura Jawa Barat mengalami kekeringan lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya. Memasuki musim kemarau, Indramayu dan Cirebon pada umumnya mengalami kekeringan lebih awal.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, harga gabah kering panen di tingkat petani mengalami kenaikan pada Januari 2018. Kenaikan juga terjadi pada harga beras medium di penggilingan.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, dari 1.128 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Januari 2018, transaksi gabah kering panen (GKP) 69,59 persen, gabah kualitas rendah 16,05 persen, dan gabah kering giling (GKG) 14,36 persen.

"Harga gabah kering panen di tingkat petani naik 8,42 persen dan harga beras medium di penggilingan naik 6,83 persen," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/2/2018).

Selama Januari 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 5.415 per kilogram dan di tingkat penggililingan Rp 5.508 per kilogram atau naik 8,41 persen. Rata-rata harga GKG di petani mencapai Rp 6.002 per kilogram atau naik 7,07 persen dan di tingkat penggilingan Rp 6.099 per kilogram atau naik 7,21 persen.

Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani mencapai Rp 4.922 per kilogram, naik 8,56 persen. Adapun harga di tingkat penggilingan mencapai Rp 5.011 per kilogram atau naik 8,57 persen.

Dibandingkan Januari 2017, rata-rata harga pada Januari 2018 di tingkat petani untuk semua kualitas GKP, GKG, gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 13,90 persen, 8,30 persen, dan 16,50 persen.

Di tingkat penggilingan, rata-rata harga untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah naik masing-masing 13,71 persen, 8,22 persen, dan 15,83 persen.

Sementara itu, pada Januari 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 10.350 per kilogram. Angka ini naik 4,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan mencapai Rp 10.177 per kilogram, naik 6,83 persen. Adapun harga rata-rata beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp 9.793 per kilogram, naik 5,20 persen.

"Dibandingkan dengan Januari 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2018 semua kualitas mengalami kenaikan," jelas Suhariyanto.

Untuk kualitas premium, imbuh Suhariyanto, naik 9,74 persen. Adapun kualitas medium dan rendah naik masing-masing 11,84 persen dan 12,97 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Whats New
Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Whats New
Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 per Saham

Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 per Saham

Whats New
CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

Whats New
Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Whats New
Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.