Pemerintah India Tolak Penggunaan Mata Uang Virtual

Kompas.com - 02/02/2018, 05:29 WIB
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin sky newsIlustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin
|
EditorAprillia Ika

NEW DELHI, KOMPAS.com - Menteri Keuangan India Arun Jaitley menyatakan, mata uang virtual bukan alat pembayaran yang sah di negara tersebut.

India pun bakal mengurangi penggunaan mata uang virtual yang terkait dengan aktivitas kriminal.

"Pemerintah tidak mengakui mata uang virtual atau koin sebagai alat pembayaran yang sah dan akan melakukan segala hal untuk mengurangi penggunaan aset kripto ini dalam pendanaan aktivitas ilegal atau bagian dari sistem pembayaran," kata Jaitley seperti dikutip dari CNBC, Jumat (2/2/2018).

Meskipun demikian, Jaitley mengaku pemerintah India tertarik dengan potensi blockchain, yakni teknologi yang menyokong mata uang virtual.

Baca juga : Teknologi Blockchain, Teknologi Masa Depan

 

Blockchain adalah perangkat terdesentralisasi yang merekam transaksi dan data lainnya di sepanjang jaringan banyak komputer ketimbang satu server.

"Pemerintah akan mengeksplorasi penggunaan teknologi blockchain secara proaktif dalam mendukung ekonomi digital," jelas Jaitley.

Regulator di berbagai negara di dunia kini fokus memperhatikan mata uang virtual karena pergerakan harganya yang amat dinamis dan beragam aktivitas mencurigakan yang terkait dengannya.

Karena mata uang virtual tak dilindungi atau diawasi pemerintah, maka beberapa otoritas khawatir mata uang virtual akan digunakan untuk kegiatan kriminal seperti pencucian uang.

Baca juga : Korea Selatan Tidak Akan Larang Mata Uang Virtual

Awal pekan ini, Korea Selatan memperkenalkan aturan baru guna menghindari investasi mata uang virtual secara spekulatif. Di dalam aturan tersebut, perdagangan mata uang virtual harus menggunakan akun nama asli.

Kemudian, ada pula laporan bahwa Korsel tengah mempertimbangkan aturan yang berisi larangan perdagangan semua mata uang virtual melalui pusat-pusat penukaran alias exchange.

Di India sendiri, pertumbuhan pengguna mata uang virtual cukup pesat. Kabarnya, saat ini ada ratusan ribu pengguna mata uang virtual di negara tersebut.

Kompas TV Situs jejaring sosial Facebook resmi melarang penayangan iklan uang virtual seperti Bitcoin. Facebook menilai iklan Bitcoin cenderung menyesatkan konsumen.




Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 9 Juta UMKM Terdata Menerima BLT, Erick Thohir: Ini Hibah, Bukan Pinjaman

Sudah 9 Juta UMKM Terdata Menerima BLT, Erick Thohir: Ini Hibah, Bukan Pinjaman

Whats New
Ini Alasan Anak Pendiri Sinar Mas Kembali Gugat Hak Warisan

Ini Alasan Anak Pendiri Sinar Mas Kembali Gugat Hak Warisan

Whats New
Sambut HUT RI Ke-75, Gramedia Gelar Beragam Promo

Sambut HUT RI Ke-75, Gramedia Gelar Beragam Promo

Spend Smart
AIA Hadirkan Produk Asuransi dengan Perlindungan hingga Rp 65 Miliar

AIA Hadirkan Produk Asuransi dengan Perlindungan hingga Rp 65 Miliar

Rilis
Perhatian, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditutup Malam Ini

Perhatian, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditutup Malam Ini

Work Smart
Realisasi Belanja dan Pendapatan DKI Jakarta Paling Besar se-Indonesia

Realisasi Belanja dan Pendapatan DKI Jakarta Paling Besar se-Indonesia

Whats New
Petani yang Cegah Alih Fungsi Lahan akan Dapat Insentif

Petani yang Cegah Alih Fungsi Lahan akan Dapat Insentif

Rilis
Luhut Sempat Khawatir Saat Pariwisata Bali Kembali Dibuka, Mengapa?

Luhut Sempat Khawatir Saat Pariwisata Bali Kembali Dibuka, Mengapa?

Whats New
Dirut PLN Beberkan Strategi Genjot Pembangunan Pembangkit EBT

Dirut PLN Beberkan Strategi Genjot Pembangunan Pembangkit EBT

Whats New
Pemerintah Kaji Kemungkinan Beri Subsidi Pulsa bagi Guru dan Murid

Pemerintah Kaji Kemungkinan Beri Subsidi Pulsa bagi Guru dan Murid

Whats New
Aset Kripto Lokal Ini Alami Lonjakan Harga hingga 200 Persen

Aset Kripto Lokal Ini Alami Lonjakan Harga hingga 200 Persen

Whats New
Airbnb Berencana Melantai di Bursa pada Akhir Tahun 2020

Airbnb Berencana Melantai di Bursa pada Akhir Tahun 2020

Whats New
Cegah Penyebaran Covid-19, PGN Terapkan Pembayaran Nontunai kepada Mitra

Cegah Penyebaran Covid-19, PGN Terapkan Pembayaran Nontunai kepada Mitra

Whats New
Antisipasi Munculnya Klaster Covid-19 di Perkantoran, PGN Sediakan Transportasi untuk Pekerja

Antisipasi Munculnya Klaster Covid-19 di Perkantoran, PGN Sediakan Transportasi untuk Pekerja

Whats New
Pria Tak Dikenal Masuk ke Pesawat Citilink yang Parkir di Bandara Raden Inten II Lampung

Pria Tak Dikenal Masuk ke Pesawat Citilink yang Parkir di Bandara Raden Inten II Lampung

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X