Sri Mulyani: 4 Faktor Ini Dorong Indonesia Jadi Negara Maju

Kompas.com - 04/02/2018, 12:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri dan menyampaikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis dan Wisuda Program Magister, Profesi, Spesialis, dan Doktor Universitas Indonesia (UI), Sabtu (3/2/2018). Acara tersebut diselenggarakan di Balairung Kampus UI Depok, Jawa Barat.

Sri Mulyani menyatakan, dirinya mengapresiasi UI yang telah banyak menghasilkan para pemikir dan pembuat kebijakan pada masa lalu untuk membuat Indonesia menurun angka kemiskinannya.

"Kita harus bangga dan terinspirasi dengan berbagai macam capaian yang dilakukan oleh policy maker tersebut," kata Sri Mulyani, seperti yang dikutip dari unggahan pada akun Facebook pribadinya, Minggu (4/2/2018).

Sri Mulyani pun kemudian menekankan kondisi Indonesia yang saat ini menjadi negara berpendapatan menengah (middle income country). Untuk bisa menjadi negara maju (high income country), Indonesia perlu mencari upaya bagaimana menghilangkan kendala untuk menjadi negara maju tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Marah Serapan Anggaran Kemenhub Tidak Maksimal

"Apakah itu dari sisi investasi, teknologi, sumber daya manusia, dan institusi," ungkap dia.

Ia menyatakan, ada empat hal yang menjadi faktor untuk mendorong hal tersebut. Pertama, faktor manusia. Indonesia memiliki dividen demografi yang harus memiliki kemampuan untuk produktif.

Oleh sebab itu, investasi di bidang sumber daya manusia menjadi penting. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan 20 persen anggaran di bidang pendidikan dan 5 persen di bidang kesehatan.

"Itu harus mampu menghasilkan manusia terutama generasi muda yang memiliki pemikiran kreatif, inovatif, dan terbuka," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Kedua, urbanisasi. Proses urbanisasi, tutur Sri Mulyani, akan membuat banyak masyarakat Indonesia tinggal di perkotaan, yang akan meningkatkan permintaan konsumsi dan sebagainya, sehingga mendorong investasi dan produktivitas.

"Oleh karena itu, infrastruktur perlu dibangun," kata dia.

Ketiga, Indonesia bisa memiliki kesempatan untuk melakukan diversifikasi ekonomi pada saat harga komoditas turun.

Keempat, institusi. Sri Mulyani berpandangan, sangat penting untuk membangun institusi publik yang sehat, bersih, dan tidak koruptif. Penting pula untuk membangun institusi swasta, yaitu perusahaan-perusahaan yang produktif dan kompetitif.

"Ini adalah sesuatu yang bisa kita lakukan dalam konteks untuk menyambung era teknologi. Era teknologi 4.0 akan mengharuskan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan swasta maupun filantropi yang berasal dari dalam dan luar negeri," ungkap Sri Mulyani.

Kompas TV Pemerintah mendorong peningkatan peran swasta dalam investasi di bidang logistik dan perhubungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X