Kompas.com - 06/02/2018, 05:23 WIB
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin sky newsIlustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin
|
EditorErlangga Djumena

ABU DHABI, KOMPAS.com - Regulator keuangan di Uni Emirat Arab merilis peringatan kepada masyarakat terkait risiko penerbitan koin perdana alias initial coin offerings (ICO). Peringatan tersebut diterbitkan pada Minggu (4/2/2018) lalu.

Seperti diberitakan Coindesk, Selasa (6/2/2018), Otoritas Sekuritas dan Komoditas Uni Emirat Arab (SCA) menyatakan bahwa masyarakat di negara tersebut harus memahami risiko investasi dalam penghimpunan dana berbasis token, seperti ICO dan prapenjualan token. Menurut SCA, risiko dapat berasal baik dari proyek yang ditampilkan maupun cara penghimpunan dananya.

Selain itu, setelah token diperdagangkan di pasar sekunder, harganya pun sangat bergejolak. SCA juga menyatakan, saat ini tidak ada proyek ICO yang diatur dan diawasi.

Pun tidak ada perlindungan hukum kepada investor apabila terjadi fraud atau tindak kejahatan. SCA turut memperingatkan pula bahwa investasi dalam proyek-proyek ICO di luar negeri tidak kalah berisiko, tergantung apakah pasar di negara yang dimaksud diatur secara legal atau tidak.

Baca juga: Grup "Idol" Hingga Komedian Jadi Korban Peretasan Mata Uang Virtual

"ICO bisa saja diterbitkan di luar negeri, oleh karenanya berdasarkan regulasi dan aturan di negara tersebut bisa sulit diverifikasi. Melacak dan mengembalikan dana terkait kasus kegagalan ICO sangat sulit dalam praktiknya," kata SCA.

SCA menjadi otoritas teranyar yang merilis peringatan bagi warga terkait risiko investasi dalam ICO. Sebelumnya, pemerintah Uni Emirat Arab juga telah merilis sikap mengenai mata uang virtual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Oktober 2017 lalu, pemerintah Uni Emirat Arab menerbitkan panduan aplikasi aturan antipencucian uang dan know your customer (KYC) dalam proyek ICO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CoinDesk
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.