Gubernur BI: Rupiah Digital Tidak Akan Terlaksana dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 06/02/2018, 20:33 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan kajian pihaknya mengenai kemungkinan kehadiran mata uang digital atau virtual di Indonesia akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Hal itu dikarenakan banyak aspek yang harus dikaji dan diuji guna memastikan mata uang digital itu nantinya tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Baca juga : Langkah BI Kaji Penerbitan Mata Uang Digital Dinilai Tepat

"Masih lama kajiannya, bisa satu sampai dua tahun lagi," kata Agus saat ditemui di gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018) malam.

Menurut Agus, BI dalam hal ini sudah sejalan dengan bank-bank sentral lain di seluruh dunia yang memerhatikan perkembangan mata uang digital.

Meski sudah banyak yang mengkaji, belum satupun bank sentral yang secara resmi menerapkan mata uang digital, melainkan masih terbatas sebagai pilot project.

Sebelumnya, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko menjelaskan bahwa pihaknya masih jauh dari tahapan uji coba mata uang digital di Indonesia.

Baca juga : Bank Indonesia Buka Kemungkinan Adanya Rupiah Digital

 

BI masih fokus pada kajian awal dengan mempertimbangkan sejumlah hal yang diperkirakan bisa menjadi dampak ketika mata uang digital dipakai.

Menurut Onny, dalam menerbitkan mata uang digital, ada sejumlah implikasi yang harus diantisipasi. Dia menuturkan, beberapa implikasinya antara lain pengaruh terhadap stabilitas moneter, sistem keuangan, maupun sistem pembayaran.

Baca juga : Chatib Basri: Peredaran Bitcoin Tak Bisa Dilarang

Kompas TV Bank Indonesia mengkaji penerbitan mata uang rupiah virtual. Kajian ini akan rampung pada tahun 2020 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X