Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo dalam sebuah Seminar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (26/9/2017). JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunda rencana akuisisi Bank di Filipina dan fokus pada perbaikan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) pada 2018 ini.
Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmojo menyebutkan pada tahun ini perusahaan akan kembali menggenjot penurunan rasio NPL tersebut hingga di bawah 2,5 persen.
Setelah target itu tercapai, Bank Mandiri baru akan kembali mempertimbangkan niat akuisisi Bank di Filipiina untuk upaya ekspansi bisnisnya.
"(Soal akuisisi) kami pertimbangkan lagi. Karena kemarin NPL kan naik. Kami diminta fokus turunkan NPL di bawah 3 persen. Kalau 2,5 persen kita pertimbangkan lagi," ujarnya usai paparan publik di Plaza Mandiri, Selasa (6/2/2018).
Kartika optimistis rasio NPL bisa kembali turun dan berada di bawah 3 persen pada pertengahan 2018.
Strateginya antara lain adalah mendukung nasabah-nasabah kredit yang kooperatif dengan memberikan restrukturisasi hingga bisnisnya kembali berjalan, serta lebih agresif menjual aset kepailitan dan mendorong collection.
Sebelumnyapada medio 2017 lalu Bank Mandiri berencana melakukan ekspansi atau memperluas usahanya ke Filipina.
Rencanatersebut merupakan respon atas penandatanganan Letter Of Intent antara Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dengan Gubernur Bangko Sentral Ng Pilipinas atau Bank Sentral Filipina, Amando M Tetangco Jr.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanSegera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.