Pemerintah Bidik 20 IKM Jadi Startup di Tahun 2018 - Kompas.com

Pemerintah Bidik 20 IKM Jadi Startup di Tahun 2018

Kompas.com - 08/02/2018, 10:00 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenparin, Gati Wibawaningsih di Solo, Senin (20/11/2017).KOMPAS.com/Labib Zamani Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenparin, Gati Wibawaningsih di Solo, Senin (20/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi era ekonomi digital, pelaku industri kecil dan menengah ( IKM) dinilai perlu memanfaatkan teknologi manufaktur terkini dan peluang pasar e-commerce.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, keberadaan startup sangat dibutuhkan untuk memasarkan produk-produk IKM lokal, salah satunya melalui e-commerce.

Gati menyebutkan, pemerintah menargetkan bisa membawa 20 IKM untuk menjadi startup.

Angka ini alami kenaikan jika dibandingkan tahun lalu yang berhasil mencetak sembilan IKM sebagai startup.

Baca juga : Menristekdikti Bakal Pangkas Regulasi Penghambat Startup

"Tahun 2014, kami bawa lima IKM jadi startup. Selanjutnya, di 2015 ada delapan IKM jadi startup, dan tahun 2016 naik menjadi 11 IKM yang kami bawa jadi startup," ungkap Gati melalui keterangan resmi, Rabu (7/2/2018).

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Kemenperin menjalankan program edukasi kepada para pelaku IKM nasional agar mampu memasarkan produknya melalui marketplace. Salah satunya dengan membuat platform digital, yang dinamakan e-Smart IKM.

"Program ini telah dimulai sejak tahun lalu sebagai sarana perluasan pasar IKM kita," lanjut Gati.

Adapun sembilan komoditas unggulan yang didorong masuk ke dalam e-Smart IKM, yaitu makanan dan minuman, logam, kosmetik, perhiasan, kerajinan, herbal, suku cadang kendaraan, furnitur, dan fashion.

Baca juga : IKM Dibidik Tumbuh Dua Digit Tahun 2018

Dalam program pembinaan pelaku IKM, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com) tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri melalui pemanfaatan teknologi informasi digital.

Kemenperin mencatat, jumlah unit usaha IKM terus meningkat, di mana tahun 2015 berada pada angka 3,68 juta IKM, naik menjadi 4,41 juta IKM tahun 2016. Pada kuartal II tahun 2017, telah mencapai 4,59 IKM.

Sementara itu, nilai tambah IKM dari tahun ke tahun juga terus mencatatkan angka yang positif. Tahun 2015, nilai tambah IKM sebesar Rp 439,86 triliun, naik menjadi Rp 510,88 triliun di tahun 2016, dan pada kuartal II 2017 mampu mencapai Rp 540,88 triliun.

Kompas TV Tak disangka, produk mebel berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi ini berasal dari tangan pelaku usaha industri kecil menengah.


Komentar
Close Ads X