Kenaikan Nilai Ekspor Produk Perikanan RI Bukan Indikasi Kebangkitan Industri Perikanan - Kompas.com

Kenaikan Nilai Ekspor Produk Perikanan RI Bukan Indikasi Kebangkitan Industri Perikanan

Kompas.com - 08/02/2018, 11:15 WIB
Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan.KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Rabu (5/2/2014). Ikan-ikan tersebut delanjutnya dibawa ke pabrik pengolahan ikan untuk sebelum diekspor dalam bentuk olahan.

Data sementara yang dirilis pemerintah menunjukkan nilai ekspor produk perikanan nasional  tahun 2017 diperkirakan 4,5  miliar dollar AS atau naik sekitar 7 persen jika dibandingkan dengan ekspor tahun 2016 dengan nilai sekitar 4,2 miliar dollar AS.

Namun demikian, jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan ekspor tahun 2014 sebesar 4,6 miliar dollar AS. Ada pihak yang menganggap kenaikan nilai ekspor sekitar 7 persen tersebut merupakan indikasi kebangkitan industri perikanan nasional.

Keberhasilan ekspor produk perikanan seharusnya dilihat dari volume ekspor bukan dari nilai  ekspor. Bagaimanapun, nilai ekspor sangat tergantung pada harga pasar internasional yang sangat berfluktuatif. Bisa naik dan bisa turun dari waktu ke waktu.

Jika dibandingkan dengan tahun 2016 harga pasar internasional produk perikanan naik dalam jumlah yang cukup signifikan.

Sebagai contoh, harga rata-rata pasar internasional tuna jenis skipjack yang merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia tahun  2016 harga rata-ratanya 1.425 dollar AS per ton. Adapun harga rata-rata tahun 2017 sebesar 1.860 dollar AS per ton, atau mengalami kenaikan harga sekitar 30 persen.

Contoh lainnya, harga udang kupas jenis vannamei ukuran 31/40 untuk pasar Jepang tahun 2016 harga rata ratanya 9,5 dollar ASper kilogram, sedangkan tahun 2017 harga rata—ratanya 10,2 dollar AS per kilogram. Harganya mengalami kenaikan harga sekitar 8 persen.

Dari contoh kenaikan harga tersebut, sudah sangat jelas terlihat bahwa kenaikan nilai ekspor produk perikanan Indonesia sekitar 7 persen tersebut bukan merupakan indikasi kebangkitan industri perikanan nasional, namun hanya diakibatkan oleh kenaikan harga pasar internasional.

Bagi industri pengolahan ikan, volume ikan yang diproses, sangat berarti dalam menentukan untung atau ruginya perusahaan, sedangkan nilai penjualan tidak banyak berarti dalam menentukan untung atau ruginya perseroan. 

Semakin banyak bahan baku yang bisa diproses oleh industri, hal itu akan menurunkan biaya produksi dari UPI tersebut, terutama dalam biaya tetap per kilogram. Sebaliknya jika jumlah bahan baku  sedikit walaupun  bernilai tinggi,  maka biaya produksi per kilogram akan naik dan bisa menyebabkan kerugian bagi industri.

Kebangkitan industri perikanan nasional seharusnya dimulai dari kenaikan volume ekspor produk perikanan. Kenyataan saat ini, trend volume ekspor produk perikanan Indonesia sangat memprihatinkan.

Berdasarkan data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, volume ekspor perikanan Indonesia saat ini turun lebih dari 15 persen jika dibandingkan tahun 2014, yaitu dari sekitar 1,3 juta ton pada tahun 2014 turun menjadi sekitar 1,1 juta ton pada tahun 2017. 

Data dari kementrian perindustrian menyebutkan bahwa utilitas industri pengolahan perikanan secara nasional juga sangat rendah yaitu sekitar 53 persen.

Penurunan volume ekspor Indonesia dan rendahnya utilitas industri merupakan indikasi kuat bahwa kondisi industri perikanan nasional saat ini sangat memprihatinkan.

Ironi

Kondisi  memprihatinkan tersebut merupakan suatu ironi. Presiden pada pertangan tahun 2016 telah mengeluarkan  Inpres 7 2016 tentang percepatan pembangunan industri perikanan nasional, namun sampai saat ini Industri perikanan nasional tidak menunjukkan tanda-tanda kondisinya akan membaik.

Sudah saatnya bagi Presiden  turun tangan menekan para pembantunya agar segera menjalankan Inpres tersebut sehingga Industri perikanan nasional bisa tumbuh kembali dengan cepat sesuai yang diharapkan oleh presiden.



Close Ads X