Presiden Bank Dunia: Mata Uang Virtual Adalah Skema Ponzi

Kompas.com - 08/02/2018, 13:30 WIB
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, berpidato di pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, Jumat (11/10/2013). SAUL LOEB / AFPPresiden Bank Dunia Jim Yong Kim, berpidato di pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, Jumat (11/10/2013).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pimpinan Grup Bank Dunia membandingkan mata uang virtual mirip dengan skema ponzi. Ini adalah ujaran teranyar di kalangan finansial yang mempertanyakan legitimasi mata uang virtual seperti misalnya bitcoin.

Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim menyatakan, terkait penggunaan mata uang virtual seperti bitcoin dan sebagainya, pihaknya terus melakukan pemantauan.

"Akan tetapi, saya memegang teguh pendapat mayoritas bahwa mata uang virtual pada dasarnya adalah skema ponzi. Masih belum jelas bagaimana cara kerjanya," ujar Kim seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (8/2/2018).

Kim menuturkan, Bank Dunia sangat mencermati teknologi blockchain, yakni platform yang memungkinkan aset-aset digital diperdagangkan dengan aman.

Baca juga : Teknologi Blockchain, Teknologi Masa Depan

 

Menurut dia, ada harapan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan di negara-negara berkembang untuk mengelola keuangan agar lebih efektif dan menurunkan angka korupsi.

Adapun nilai mata uang virtual meroket tinggi sepanjang tahun 2017 sebelum akhirnya anjlok. Ketika merosot, nilai bitcoin terpangkas hampir dua pertiganya dari nilai pada pertengahan Desember 2017.

Teknologi mata uang virtual pun dipandang berpotensi mengubah bentuk keuangan global. Namun, kekhawatiran juga muncul terkait volatilitasnya dan potensinya untuk digunakan dalam tindak pidana pencucian uang dan kejahatan lainnya.

Dalam pidatonya pekan ini, Ketua Bank of International Settlements Agustin Carstens mengatakan, ada kemungkinan besar otoritas akan mengatur mata uang digital karena kaitannya dengan kehadirannya di sistem keuangan dapat menyebabkan disrupsi.

Baca juga : DBS: Bitcoin Adalah Skema Ponzi

Sementara itu, Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve Jerome Powell mengungkapkan, tata kelola dan manajemen risiko yang baik sangatlah kritikal bagi mata uang virtual.

Kompas TV Setelah terus mencetak rekor, harga mata uang bitcoin mulai turun.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X