Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Bisa Beroperasi Saat Mudik Lebaran - Kompas.com

Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Bisa Beroperasi Saat Mudik Lebaran

Kompas.com - 12/02/2018, 07:07 WIB
Topping Terminal Baru Bandara Ahmad Yani SemarangKOMPAS.com/ACHMAD FAUZI Topping Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang bakal bisa melayani penumpang saat mudik Lebaran 2018. Direncanakan operasional minimum pada bulan Mei 2018. 

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, sebenarnya pembangunan terminal baru tersebut akan selesai sepenuhnya pada bulan November 2018. 

Namun, lanjut dia, dengan percepatan pembangunan, maka operasional minimum bisa dilakukan pada bulan Mei 2018.  Syarat minimum tersebut antara lain sudah terbangun terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). 

"Ini kami upayakan untuk mempercepat dan komitmen sebelum Lebaran (bisa beroperasi)," kata dia di Kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (11/2/2018). 

Baca juga: Apakah Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Bisa Selesai Tepat Waktu?

Terminal baru ini merupakan terminal terapung pertama di Indonesia dan mengusung konsep eco-green airport.

Faik menuturkan, pembangunan terminal baru di Bandara Ahmad Yani memang diperlukan karena, keterbatasan kapasitas daya tampung penumpang di terminal yang lama. 

Dia mengungkapkan, saat ini terminal lama Bandara Ahmad Yani hanya dapat menampung 800.000 penumpang, tetapi pada 2017 bandara tersebut telah menampung 4,4 juta penumpang. Jumlah tersebut terbukti melibihi kapasitas yang ada. 

Dengan adanya terminal baru, tambah Faik, dapat menampung penumpang hingga 6 juta penumpang.

"Kondisi keterbatasan kapasitas tersebut selain membuat penumpang tidak nyaman, juga tidak dapat menerima slot-slot penerbangan baru khususnya penerbangan internasional," tutur dia. 

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luasan area 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal eksisting yang hanya seluas 6.708 meter persegi. 

Luasan apron baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo. Bandara Ahmad Yani nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri.

Proyek pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan nilai total Rp 2,07 triliun ini terdiri dari lima paket pekerjaan. Paket 1 terdiri dari pekerjaan lahan dan jalan akses. Paket 2 terdiri dari pekerjaan apron dan taxiway. 

Paket 3 terdiri dari pekerjaan pembangunan terminal. Paket 4 terdiri pekerjaan pembangunan bangunan penunjang dan lanskap. Paket 5 terdiri dari pekerjaan water management

Adapun untuk paket perkerjaan satu dan dua sudah terealisasi 100 persen.  Paket pekerjaan tiga (terminal) selesai sepenuhnya pada November 2018. Sementara paket pekerjaan empat (bangunan penunjang) dan lima  selesai sepenuhnya pada 2019.


Komentar
Close Ads X