Menteri Susi Minta BUMN Dukung Industri Perikanan Nasional

Kompas.com - 12/02/2018, 11:46 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau SKPT di Selat Lampa, Natuna, Senin (29/1/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau SKPT di Selat Lampa, Natuna, Senin (29/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan ikut mendukung industri perikanan nasional dari banyak aspek. Hal ini disampaikan Susi saat membuka acara Marine and Fisheries Business and Investment Forum.

Dalam sambutannya, Susi menuturkan, salah satu amanat yang diemban Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah memperbaiki distribusi dan logistik hasil perikanan. BUMN pun telah diberikan penugasan, ini khususnya pada BUMN bidang perikanan.

BUMN tersebut ditugaskan melaksanakan usaha industri perikanan nasional yang bersifat perintisan dan strategis. Ini antara lain dalam bidang operator logistik, meliputi pengadaan, penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi, serta pengelolaan sentra kelautan dan perikanan terpadu.

Menurut Susi, potensi tangkap perikanan Indonesia masih sangat besar, demikian pula dengan pengolahan. Namun, apabila kedua hal ini tidak dikembangkan dengan baik dan tanpa sinergi, maka pasti akan menemui kesulitan.

Baca juga: Diundang Fadli Zon, Menteri Susi Pilih Resmikan Pasar Ikan Muara Baru

Susi menuturkan, perusahaan-perusahaan pelat merah pun dapat menyerap hasil perikanan. Sehingga, permasalahan kelebihan atau kekurangan bahan baku perikanan dapat tertangani.

"Dua tahun kita mencoba menghadirkan BUMN dan mendrong BUMN, namun saya tahu rupanya BUMN tidak mudah untuk didorong," ujar Susi di Gedung Mina Bahari, KKP, Senin (12/2/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Susi, BUMN seperti Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Persero) dapat memperoleh bahan baku dari tangkapan yang ada. Selain itu, BUMN lainnya seperti PT PELNI (Persero) juga dapat membantu mendorong industri perikanan nasional dengan membantu membuka rute transportasi laut, agar pengangkutan hasil tangkapan tidak terkendala masalah transportasi.

"Pemerintah punya pelabuhan besar. (Kapal) PELNI bisa sandar di Tual, Timika. Kalau semua bisa duduk bersama, PELNI bisa masuk kapan saja, berapa hari, semua masalah bisa selesai," jelas Susi.

Pengusaha atau pelaku industri lainnya yang kesulitan dalam transportasi produk perikanan pun bisa melaporkan hal ini. Dengan demikian, PELNI bisa membuat kebijakan, termasuk penambahan frekuensi pelayaran untuk mengangkut hasil perikanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Nasabah Tak Perlu Bayar Utang ke Pinjol Ilegal, Apa Dasar Hukumnya?

Whats New
Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Lelang 7 Seri SUN Pekan Depan, Pemerintah Targetkan Serap Rp 8 Triliun

Whats New
Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Kini Boleh Naik Pesawat

Whats New
Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

BrandzView
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Penjualan Kendaraan Diprediksi Capai 900.000 Unit Tahun Depan

Whats New
Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, Pemerintah Bakal Setop Penjualan Mobil Konvensional pada 2050

Whats New
Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Naik 35 Persen, Laba Bersih BTN Capai Rp 1,52 Triliun hingga Kuartal III 2021

Whats New
Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Pembangkit Listrik Tenaga Fosil Akan Hilang dari Indonesia pada 2060

Whats New
Lewat 'Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja', Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Lewat "Transformasi Perluasan Kesempatan Kerja", Kemenaker Kembangkan Kewirausahaan Efektif

Rilis
Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Pandemi Covid-19 Membuat Digitalisasi Jadi Keniscayaan bagi Perbankan

Whats New
Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Bulog Siap Menyalurkan Jagung Subsidi untuk Peternak

Whats New
Kurangi Pengangguran, Kemenaker Bentuk Inkubator Kewirausahaan dalam BLK Komunitas

Kurangi Pengangguran, Kemenaker Bentuk Inkubator Kewirausahaan dalam BLK Komunitas

Rilis
Ini Kunci Sukses Bos Radja Cendol, Sempat Hanya KKP hingga Punya Outlet di Hongkong

Ini Kunci Sukses Bos Radja Cendol, Sempat Hanya KKP hingga Punya Outlet di Hongkong

Smartpreneur
Mafia Tanah Berulah, Kementerian ATR/BPN: Kita Kejar Sampai Ujung Langit

Mafia Tanah Berulah, Kementerian ATR/BPN: Kita Kejar Sampai Ujung Langit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.