Makin Banyak Generasi Milenial Tak Punya Tabungan

Kompas.com - 13/02/2018, 21:00 WIB
Ilustrasi generasi milenial ThinkstockphotosIlustrasi generasi milenial

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah survei terbaru menemukan bahwa semakin banyak generasi milenial tidak memiliki tabungan sama sekali. Di AS saja, sebuah survei menunjukkan adanya peningkatan jumlah generasi milenial yang tidak mempunyai tabungan.

Mengutip CNBC, Rabu (14/2/2018), survei yang dilakukan oleh GoBankingRates menemukan bahwa sebagian besar generasi milenial muda atau yang berusia 18-24 tahun memiliki saldo tabungan kurang dari 1.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 13,6 juta. Bahkan, hampir separuh di antaranya tidak memiliki tabungan sama sekali.

Survei tersebut pun menemukan bahwa ada peningkatan persentase generasi milenial yang tak memiliki tabungan. Pada tahun 2016, 31 persen generasi milenial memiliki tabungan dengan saldo nol alias tidak ada tabungan, namun angka ini naik menjadi 46 persen pada tahun 2017.

Baca juga : 5 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Anak Milenial

Kesulitan menabung tidak hanya terlihat pada generasi milenial muda. GBR melaporkan, generasi milenial tua atau yang berusia antara 25-34 tahun pun kesulitan dalam menyisihkan uang untuk ditabung.

61 persen generasi milenial tua memiliki saldo tabungan kurang dari 1.000 dollar AS. 41 persen di antaranya bahkan sama sekali tidak mempunyai tabungan.

Lalu, berapa banyak sebetulnya jumlah uang yang harus ditabung? Pakar keuangan dari Intuit, Kimmie Greene, memiliki formula sederhana untuk membantu Anda menyisihkan yang untuk ditabung.

Ketika berusia 20 tahunan, sisihkan 25 persen dari total penghasilan untuk ditabung.

Baca juga : Dua Panduan untuk Generasi Milenial di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

"Pastikan biaya gaya hidup Anda tidak melampaui 75 persen dari pendapatan kotor Anda," ujar Greene.

Di usia 30 tahunan, pastikan bahwa besaran tabungan Anda setara dengan gaji tahunan Anda. Jika Anda memperoleh penghasilan semisal 50.000 dollar AS per tahun atau setara Rp 680 juta, maka jumlah yang sama harus ada di dalam tabungan Anda.

Angka tersebut termasuk dana untuk pensiun, investasi, atau dana simpanan lainnya. Di usia 35, pastikan tabungan Anda mencapai dua kali lipat penghasilan tahunan.

Pada usia 40 tahun, tabungan Anda harus tiga kali lipat dari penghasilan tahunan Anda. Demikian pula pada jenjang usia selanjutnya berlaku angka kelipatan.

Baca juga : Milenial, Lebih Pilih Investasi atau Ganti Smartphone?

"Meski kelihatannya sulit, namun jika Anda mulai menyisihkan uang ketika mulai bekerja di usia 20-an, maka rasanya tidak akan sesulit itu," ungkap Greene.

Meskipun demikian, skema menabung tersebut bersifat fleksibel sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada hidup Anda. Misalnya Anda menikah, memiliki keturunan, atau akan membeli rumah, jumlah uang yang dapat disisihkan untuk ditabung tentu bisa saja lebih kecil.

Pada akhirnya, ungkap Greene, semakin cepat Anda mulai menabung untuk tujuan finansial Anda, maka ini akan semakin baik.

Kompas TV Benarkah prediksi yang menyebut generasi milenial akan menjadi gelandangan karena tak mampu membeli rumah?



Sumber CNBC

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X