Mandiri Akui Sistem Pembayaran Tol dengan "E-Money" Perlu Penyempurnaan

Kompas.com - 14/02/2018, 12:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Bank Mandiri mengakui masih ada kekurangan dari sistem pembayaran tarif jalan tol di tiap gerbang tol otomatis (GTO).

Hal ini diungkapkan untuk menanggapi pengalaman pengguna akun Facebook bernama Rama Soegianto yang saldo e-money miliknya terpotong dua kali saat membayar di GTO Cililitan, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Memang dari sekian juta transaksi per bulan, error kemungkinan bisa terjadi," kata Head of Corporate Communication Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (14/2/2018).

Menurut Lala, sapaan Maristella, pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki mengapa hal itu bisa terjadi. Petugas di lapangan dari Bank Mandiri turut mengecek apakah ada kendala pada jaringannya atau ada masalah yang lain, hingga membuat transaksi oleh pengendara tidak akurat.

Dari pengalaman itu, Lala menyampaikan permintaan maaf bagi pengendara yang saldo e-money miliknya terpotong lebih dari sekali.

Lala menyarankan bagi pengendara yang mengalami hal serupa untuk bisa mengajukan penggantian di kantor cabang Bank Mandiri, dengan membawa struk bukti transaksi dan kartu e-money. "Saldo yang terpotong dua kali akan kami kembalikan," tutur Lala.

Dia juga berpesan supaya pengendara memerhatikan hal-hal kecil ketika bertransaksi di GTO dengan e-money. Pengendara diminta agar tidak mengubah, menggeser, atau menarik kartu selama transaksi belum selesai dan gate belum terbuka.

Secara terpisah, pihak Jasa Marga selaku pengelola jalan tol memastikan sudah berkoordinasi dengan Bank Mandiri untuk menangani kasus Rama. Menurut Corporate Communication Jasa Marga Herald Galingga, koordinasi dibutuhkan karena peralatan untuk mencatat transaksi pengendara di GTO merupakan milik bank.

"Card reader itu dari bank. Alat baca kartu diproduksi oleh Bank Mandiri," ujar Herald.

Sejak akhir tahun 2017 lalu, pemerintah telah menggiatkan Gerakan Nasional Non Tunai yang salah satunya diterapkan pada transaksi pembayaran tol. Terhitung per Oktober 2017 saja, sudah 91 persen dari jalan tol di seluruh Indonesia menggunakan sistem pembayaran elektronik atau non tunai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Setelah Terseok-seok, IHSG Berpeluang Bangkit Hari Ini

Earn Smart
Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Nasabah Kresna Life Gugat OJK ke Pengadilan, Apa Saja Tuntutannya?

Whats New
Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Saatnya Berbagi Cuan Tambang dengan Lingkungan dan Masyarakat Sekitar

Whats New
10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

10 Negara OPEC Turunkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terpantau Menguat

Whats New
Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Daftar 10 Perusahaan Penerima PMN BUMN Rp 73 Triliun dan Rincian Penggunaan Dananya

Whats New
BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

BI: Meski Dikepung Inflasi Wilayah Sekitar, Babel Justru Deflasi 0,15 Persen Per Juni

Whats New
Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik 'Ribet', Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi Dikritik "Ribet", Mendag Zulhas: kalau Mau Mudah, Pakai NIK KTP...

Whats New
[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

[POPULER MONEY] 5 RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN | Bukalapak Digugat Rp 1,1 Triliun

Whats New
Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.