20.000 Ponsel Ilegal Dimusnahkan, Paling Banyak iPhone dan Xiaomi - Kompas.com

20.000 Ponsel Ilegal Dimusnahkan, Paling Banyak iPhone dan Xiaomi

Kompas.com - 15/02/2018, 17:34 WIB
Sebagian dari 20.000 lebih ponsel hasil penyelundupan yang dipamerkan saat konferensi pers di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018). Ponsel ini merupakan barang ilegal yang akan dimusnahkan bersama dengan barang ilegal lain, yaitu minuman keras hingga rokok. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Sebagian dari 20.000 lebih ponsel hasil penyelundupan yang dipamerkan saat konferensi pers di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018). Ponsel ini merupakan barang ilegal yang akan dimusnahkan bersama dengan barang ilegal lain, yaitu minuman keras hingga rokok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan memusnahkan 20.545 unit ponsel ilegal dari kasus penyelundupan selama enam bulan terakhir. Dari puluhan ribu ponsel tersebut, paling banyak merek iPhone dan Xiaomi.

"Kami akan memusnahkan 20.545 unit ponsel dari 1.208 kasus yang kami tindak," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri konferensi pers di kantor pusat DJBC, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018).

Menurut perempuan yang akrab disapa Ani ini, puluhan ribu ponsel selundupan itu berasal dari impor dalam jumlah besar maupun oleh penumpang yang membawanya dari luar negeri. Juga ada ponsel yang didapat sebagai barang kiriman.

Lokasi penyitaan ponsel-ponsel tersebut adalah di Jakarta, Mataram (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Perak (Surabaya), Batam, Entikong (Kalimantan Barat), dan Bali.

Baca juga: Di Tengah Hujan Deras Sejumlah Menteri Hancurkan Jutaan Barang Ilegal

Ani menyebutkan, nilai ponsel ilegal itu mencapai Rp 59,6 miliar dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 10,3 miliar.

Pada saat bersamaan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyayangkan fakta masih maraknya penyelundupan ponsel serta bisnis gadget melalui jalur yang tidak resmi. Padahal, selama ini pemerintah sudah memberikan kemudahan regulasi bagi pengusaha untuk memperdagangkan ponsel dan gadget, bahkan yang dari luar negeri.

"Kurang apalagi pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan. Sertifikasi yang tadinya sampai dua bulan, sekarang dua hari, jadi apa yang kurang, masih juga nyelundup," tutur Rudiantara.

Dia turut mengimbau agar pemain usaha ponsel di Indonesia tidak lagi menyelundupkan barang atau berlaku tidak sesuai peraturan yang berlaku. Karena, semakin banyak pemain yang nakal, akan berimbas pada pemain dalam negeri yang menaati peraturan.

Dari pantauan Kompas.com, tipe iPhone selundupan terbanyak adalah iPhone X, iPhone 8, iPhone 8 Plus, serta iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Sedangkan untuk Xiaomi, tipenya Redmi Note 5A. Tipe-tipe tersebut merupakan keluaran terbaru dari Apple maupun Xiaomi.

Kompas TV Perusahaan besutan Steve Jobs ini melepas iPhone X secara perdana ke sejumlah negara.


Komentar
Close Ads X