Sinar Mas Kurangi Titik Panas dan Kebakaran di Dua Provinsi Ini

Kompas.com - 15/02/2018, 20:12 WIB
Petugas pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper Sinar Mas memantau titik-titik api melalui menara api, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (9/3/2017). Kegiatan ini digelar bertujuan untuk menyiapkan regu pemadam kebakaran APP Sinarmas terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper Sinar Mas memantau titik-titik api melalui menara api, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (9/3/2017). Kegiatan ini digelar bertujuan untuk menyiapkan regu pemadam kebakaran APP Sinarmas terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini.

KETAPANG, KOMPAS.com - Grup Sinar Mas melalui Sinar Mas Agribusiness and Food dalam laporan terkininya berhasil mengurangi titik panas dan kebakaran di dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Jambi. Program itu, sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com hari ini, masuk dalam Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Catatan itu menunjukkan bahwa pada 2017, jumlah titik panas dan titik api di desa peserta Program DMPA telah menurun menjadi 13 titik panas dan 9 titik api dari 25 titik panas dan 7 titik api pada 2016. Pada 2015, terdapat 423 titik panas dan 271 titik api.

Selanjutnya, pada tahun yang sama, program ini diperluas dengan menambahkan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pengembangan plot pertanian organik. Program ini memungkinkan penduduk desa menanam berbagai menanam berbagai macam sayuran untuk kebutuhan pangan dan memberikan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan pertanian ke pasar lokal di Kalimantan Barat.

CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang mengatakan,"Menyusul keberhasilan program DMPA yang dimulai pada tahun 2016, kami dengan senang hati melaporkan bahwa masyarakat di Ketapang tetap waspada dan berhasil meminimalkan kebakaran pada tahun 2017."

Pertanian Ekologi Terpadu

Khususnya di Kalimantan Barat, imbuh Susanto, pihaknya mengembangkan Pertanian Ekologi Terpadu (PET). Hingga kini, ada tiga desa percontohan. Lantas, ada 60 anggota petani yang bergabung. "70 persen di antaranya perempuan," ujar Susanto.

Susanto menerangkan, PET bertujuan membantu mendidik masyarakat desa tentang metode pertanian organik berkelanjutan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri, memastikan ketahanan pangan, dan mendukung pembangunan ekonomi.

Lebih lanjut, Susanto menjelaskan bahwa sampai sekarang peserta PET berhasil menikmati manfaat. Setiap keluarga mampu menghemat hingga Rp 300.000 per bulan dari pemotongan belanja sayuran dan rempah-rempah yang sekarang bisa diambil dari kebun  endiri. Selain itu, peserta menerima Rp 500.000 setiap bulannya dengan menjual sayuran ke desa-desa sekitar dari PET, setelah dikurangi untuk kebutuhan pangan keluarga mereka.

Berikutnya adalah ada 8 dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp 600 juta.  Delapan desa dari 17 desa binaan di Kecamatan Nanga Tayap mendapatkan bantuan infrastruktur senilai total Rp 600 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya desa tersebut dalam menjaga kebakaran di daerah mereka di tahun 2017. Desa-desa tersebut adalah Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Lembah Hijau 2, Siantau Raya, Sungai Kelik, Simpang Tiga Sembelangaan, dan Tanjung Medan, semuanya di Kabupaten Ketapang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Whats New
Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Work Smart
[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.